BONTANG - Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menyuarakan keprihatinan mendalam terkait kondisi Kampung Sidrap yang dinilai belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim).
Meski telah berada di wilayah Kutim selama puluhan tahun, pembangunan di kampung tersebut dinilai belum layak dan masih jauh dari kata memadai.
“Kampung Sidrap sudah puluhan tahun berada di Kutim, tapi apa yang sudah dibangun Pemkab Kutim untuk masyarakat di sana?” ujar Andi Faiz dengan nada tegas.
Andi Faiz menekankan bahwa Pemkab Kutim seharusnya memiliki tanggung jawab sosial besar terhadap Kampung Sidrap, terutama mengingat banyak warga di sana yang secara politik lebih condong mendukung Bontang.
Hal ini terbukti dari banyaknya warga yang memiliki KTP Bontang dan memberikan hak suara mereka dalam pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah di Bontang.
“Banyak warga Sidrap yang memiliki KTP Bontang. Mereka menyampaikan aspirasi serta hak politiknya kepada kami saat Pileg dan Pilkada,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, Andi Faiz merasa bahwa DPRD Bontang perlu terus menyuarakan aspirasi masyarakat Sidrap yang merasa terabaikan. Ia mengkritik keras lambatnya pembangunan, mulai dari akses jalan hingga minimnya fasilitas dasar seperti air bersih yang masih menjadi keluhan utama warga.
Andi Faiz tak segan memberikan saran langsung kepada Pemkab Kutim. Menurutnya, jika Kutim merasa kesulitan membangun karena alasan tertentu seperti keberadaan hutan lindung, maka sebaiknya wilayah tersebut diserahkan kepada Bontang agar pembangunan bisa segera direalisasikan.
“Jika Kutim merasa kesulitan membangun karena kawasan khusus, serahkan ke kami (Bontang). Kami siap membangun secepatnya,” tegas politisi dari Partai Golkar tersebut.
Lebih jauh, Andi Faiz juga menantang DPRD Kutim untuk turun langsung ke lapangan dan mendengarkan aspirasi warga Sidrap. Menurutnya, banyak warga yang merasa terabaikan, namun hal itu tidak pernah disuarakan secara maksimal oleh pihak berwenang di Kutim.
“Kalau DPRD Kutim bilang warga Sidrap baik-baik saja, saya pikir mereka harus reses ke sana. Dengarkan sendiri aspirasi masyarakat di sana,” ujarnya. (*)















