Pranala.co, BONTANG – Sebuah kapal nelayan yang mengalami kerusakan mesin di Perairan Laut Bontang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, Minggu (1/3/2026) sore menjelang waktu berbuka puasa. Tujuh awak kapal yang sempat terjebak di tengah laut berhasil ditarik ke darat oleh tim Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Bontang.
Kejadian berlangsung sekira pukul 17.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita) di perairan BOUY 7 alur pelayaran PT Badak LNG, kurang lebih 15 mil dari pantai. Laporan awal diterima melalui Call Center 110 dari salah satu penumpang kapal yang meminta pertolongan setelah mesin kapal mengalami kerusakan.
Kepala Satuan Polairud Polres Bontang, Ajun Komisaris Polisi Fahrudi, melalui Kepala Subunit Patroli Bripka Yudi Siswanto menjelaskan pihaknya segera menindaklanjuti laporan masyarakat. Personel dikerahkan menggunakan Kapal Patroli KP.XII-2003.
"Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap kapal nelayan yang mengalami kerusakan mesin," ujar Bripka Yudi.
Personel Sat Polairud yang terlibat dalam operasi SAR tersebut ialah Bripka Yudi Siswanto selaku kapten kapal KP.XII-2003, Bripka Adi Wijaya, Brigadir Polisi Deavino Rullian, dan Bripda Indra Nur W.
Berdasarkan laporan, kapal nelayan tersebut berangkat dari Pelabuhan Nelayan Berbas Ujung sekitar pukul 08.30 Wita untuk memancing ikan. Kapal yang membawa tujuh orang itu dipimpin oleh Nasruddin (33), bersama Fahrulloh (23), Salihin (25), Andika Pratama (27), Takdir (25), Baharuddin (50), dan Ahmad (30).
Namun sekira pukul 17.00 Wita, saat berada di jalur pelayaran BOUY 7, kapal mengalami kerusakan pada bagian kipas mesin. Kerusakan tersebut menyebabkan mesin tidak dapat berfungsi normal.
Menyadari kondisi berbahaya karena berada di tengah laut dan cukup jauh dari daratan, Nasruddin segera menghubungi Call Center 110 untuk meminta bantuan.
Setelah melakukan pencarian, tim Sat Polairud berhasil menemukan kapal dalam kondisi terapung dan seluruh penumpang dalam keadaan selamat. Kapal nelayan tersebut kemudian ditarik menggunakan kapal patroli menuju Pelabuhan Berbas Ujung.
Penarikan dilakukan untuk menghindari risiko yang lebih besar, mengingat lokasi kejadian berada di alur pelayaran aktif.
Sat Polairud Bontang mengimbau para nelayan agar selalu memastikan kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan sebelum melaut. Imbauan tersebut terlebih penting saat beraktivitas jauh dari pantai.
"Kami mengingatkan masyarakat nelayan untuk selalu melakukan pengecekan mesin dan membawa alat komunikasi agar apabila terjadi keadaan darurat dapat segera menghubungi petugas," tutup Bripka Yudi. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















