Pranala.co, BALIKPAPAN – Warga di beberapa wilayah pesisir Kalimantan Timur (Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara) dikejutkan dengan guncangan gempa, Senin (16/6/2025), pukul 11.09 WITA.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa terjadi pada koordinat 0,73° LU dan 118,68° BT, dengan kedalaman 10 kilometer dan kekuatan magnitudo 4,8.
“Gempa ini bersumber dari aktivitas Sesar Sangkulirang, yang memang tergolong aktif,” ujar Rasmid, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan.
Guncangan terasa di beberapa titik, terutama di: Sandaran dan Sangkulirang (Kutai Timur), Biduk-Biduk (Berau), Tarakan (Kalimantan Utara)
Warga yang berada di gedung bertingkat mengaku merasakan guncangan dengan cukup jelas.
Sementara warga yang berada di luar ruangan atau di jalan, mayoritas tidak menyadari adanya gempa, kemungkinan tertutup aktivitas lalu lintas.
“Untuk wilayah Kota Bontang, tidak merasakan gempa ini,” tambah Rasmid.
Meski tidak menimbulkan kerusakan, BMKG menegaskan bahwa Kalimantan Timur bukan wilayah bebas gempa.
“Banyak yang mengira Kaltim aman dari gempa. Padahal tidak. Sejarah mencatat gempa besar pernah terjadi di wilayah ini,” tegas Rasmid.
Ia menyinggung peristiwa pada 16 Mei 1921, saat Sesar Sangkulirang memicu gempa magnitudo 7,0 yang memunculkan tsunami setinggi 1,1 meter di perairan Sangkulirang akibat longsoran dasar laut di Selat Makassar.
Wilayah Pegunungan Meratus dan Tarakan juga pernah mencatat aktivitas seismik serupa.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada namun tidak panik jika merasakan gempa. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya pada isu yang tidak jelas sumbernya.
“Pastikan informasi hanya bersumber dari BMKG atau lembaga resmi pemerintah,” tutup Rasmid.
[SYAHRUL]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















