Pranala.co, BALIKPAPAN — Penemuan seorang pria berinisial AS (19), penjaga toko kelontong, yang tewas akibat luka tusukan senjata tajam di Balikpapan Utara menggegerkan warga. Peristiwa itu terjadi di sebuah toko kelontong tepatnya di Jalan MT Haryono, RT 08, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Senin (26/1/2026) sekira pukul 12.00 WITA.
Kabar kejadian tersebut cepat menyebar dan mengundang perhatian warga sekitar. Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah orang di sekitar lokasi.
Dari pantauan media ini, ada tiga warga dibawa petugas untuk dimintai keterangan. Salah satunya pria paruh baya berinisial MN, tetangga korban, yang terlihat digiring petugas dengan tangan terikat kabel ties.
Ketua RT 08 Gunung Samarinda Baru, Bambang Sriwaluyo, mengungkapkan bahwa informasi awal yang diterimanya menyebutkan kejadian tersebut diduga sebagai aksi perampokan.
“Awalnya memang disebut perampokan. Jadi saya langsung datang ke TKP dan korban sudah meninggal dunia, akibat ditikam,” kata Bambang.
Menurutnya, dugaan aksi perampokan itu mulai terpatahkan setelah kondisi warung diperiksa. Sebab, kondisi warung yag dijaga oleh korban justru terlihat rapi dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan kasus pencurian dengan kekerasan.
“Dari situ muncul dugaan ada persoalan pribadi atau dendam. Masalahnya barang tidak ada dibawa oleh pelaku,” sebutnya.
Korban diketahui hanya bekerja di toko kelontong tersebut, yang terbilang baru beroperasi dan belum lama menempati lokasi. Korban juga bukan warga tetap setempat karena belum tercatat secara administrasi di lingkungan RT.
“Korban hanya bekerja di situ, sebagai penjaga kelontong,” jelas Bambang.
Lebih lanjut, terkait diamankannya MN, Bambang mengatakan bahwa sejauh ini tidak pernah ada laporan atau keluhan warga mengenai adanya konflik terbuka antara korban dengan warga sekitar maupun pemilik warung lain di lokasi tersebut.
Di lokasi kejadian, Kapolsek Balikpapan Utara AKP Agus Fitriadi menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi saat ini mendalami keterangan para saksi serta mengumpulkan alat bukti guna mengungkap motif dan kronologi peristiwa tersebut.
“Penyelidikan masih berjalan. Kami mohon waktu agar semua bisa dipastikan secara jelas,” ujar AKP Agus.
Ia menambahkan, pihak kepolisian terus melakukan pendalaman untuk mengungkap kasus penikaman tersebut. “Kami mohon doanya agar kasus ini dapat segera terungkap,” pungkasnya. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















