Pranala.co, BALIKPAPAN — Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, mendorong penanganan kawasan permukiman kumuh di sejumlah wilayah pesisir Balikpapan. Penanganannya tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga menitikberatkan pada nilai estetika serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurut Yusri, kawasan kumuh harus diubah menjadi lingkungan yang layak, nyaman, dan memiliki nilai bagi kota. Upaya ini telah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan beberapa hari lalu.
Salah satu poin penting dalam pembahasan adalah perlunya terobosan kreatif agar kawasan kumuh tidak lagi dipandang sebagai wilayah tanpa nilai. “Kampung kumuh tidak seharusnya dibiarkan begitu saja tanpa sentuhan estetika,” ujar Yusri, Rabu (14/1/2026).
Di katakannya, untuk penataan kawasan kumuh perlu melibatkan peran aktif masyarakat bersama pemerintah. Selain itu, pemerintah juga didorong menggandeng pihak swasta agar kawasan permukiman kumuh memiliki daya tarik visual dan nilai estetika yang lebih baik.
Sebagai contoh, Yusri menyinggung konsep kampung warna-warni Jodipan seperti yang diterapkan di Kota Malang, Jawa Timur. Kendati begitu, kata dia, penataan fisik tersebut harus diiringi dengan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait ketertiban, keamanan, dan kebersihan lingkungan.
Di satu sisi, mengenai aset milik Pemerintah Kota seperti jalan, jembatan, dan lampu penerangan harus dijaga dan dipelihara bersama. Dalam hal ini, peran kecamatan dan kelurahan dinilai sangat penting untuk memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat.
Yusri berharap, ke depan tidak lagi muncul citra kontras antara kawasan permukiman kumuh dengan gedung-gedung besar di sekitarnya.
“Jadi kami ingin bahwa jangan sampai kalau misalnya ada orang ini dari atas pesawat melihat, oh masih ada kampung kumuhnya dan di tengah-tengahnya ada gedung besar tapi ada kampung kumuhnya,” pintanya.
Sebab itu, kawasan kumuh harus ditata dengan baik, memiliki lingkungan yang bersih, serta nilai estetika yang layak.
Di samping itu, Yusri turut menyoroti kondisi kawasan pesisir, terutama terkait pengelolaan sanitasi. Ia menyebut, fasilitas jamban perlu dibangun dengan sistem yang tidak langsung membuang limbah ke laut, guna mencegah pencemaran lingkungan.
“Dengan begitu, kawasan kumuh benar-benar memiliki nilai dan menjadi bukti bahwa program Disperkim berjalan dengan baik, sehingga masyarakat bisa merasa nyaman tinggal di Balikpapan,” jelasnya.
Selain dari sisi penataan fisik dan lingkungan, Yusri menilai penguatan nilai ekonomi masyarakat di kawasan kumuh juga tidak kalah penting. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia.
Terlebih, mayoritas warga yang tinggal di kawasan kumuh, khususnya di wilayah pesisir Balikpapan, bekerja sebagai nelayan. Sementara sebagian lainnya berprofesi sebagai buruh atau pekerja di sektor swasta.
Untuk meningkatkan perekonomian keluarga, Yusri mendorong pemberdayaan ibu rumah tangga. “Dalam hal ini membuatkan kegiatan yang bersinggungan langsung dengan ekonomi kerakyatan yaitu UMKM,” terangnya.
Ia mencontohkan berbagai aktivitas ekonomi yang telah berjalan di beberapa wilayah pesisir di Balikpapan. Seperti produksi ikan asin di Kampung Baru, Balikpapan Barat, pengupasan bawang di kawasan Pasar Baru, serta penyediaan umpan bagi nelayan di wilayah pesisir seperti Manggar, Balikpapan Timur.
Potensi ekonomi ini sangat besar dan perlu diberdayakan secara optimal. Namun, peran utama dalam pendataan dan pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat berada di tingkat kecamatan dan kelurahan, bukan hanya dinas terkait.
“Kecamatan dan kelurahan harus aktif mendata potensi yang ada, kemudian melaporkannya ke dinas terkait. Selanjutnya, dinas bersama kecamatan dan kelurahan mengambil langkah terbaik agar ekonomi masyarakat tetap berjalan,” tegasnya.
Yusri menambahkan, masyarakat tidak seharusnya hanya bergantung pada penghasilan kepala keluarga, seperti suami yang bekerja sebagai nelayan. Seluruh potensi ekonomi keluarga perlu didorong agar berkembang demi meningkatkan kesejahteraan bersama. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















