Pranala.co, BALIKPAPAN — Sebuah apresiasi diberikan Pemprov Kalimantan Timur Kaltim. Tahun ini, para penjaga rumah ibadah dari lintas agama mendapatkan hadiah perjalanan religi secara gratis.
Tak hanya marbot masjid, para pengurus gereja, pura, dan vihara juga ikut merasakan manfaat program ini.
Salah satu yang mendapat undangan istimewa itu adalah Ketua Pengurus Pura Hyang Guru Balikpapan, Nyoman Darmayasa (60). Ia tak menyangka pengabdiannya selama ini mendapat perhatian dari pemerintah provinsi.
“Saya sudah terima SK langsung dari Gubernur. Isinya jelas, program ini menyasar para pengabdi rumah ibadah, baik Muslim maupun non-Muslim,” ucap Nyoman, saat ditemui di rumahnya, Selasa (15/7/2025).
Dua Pengurus Pura dari Balikpapan Ikut Terpilih
Dari umat Hindu di Balikpapan, ada dua nama yang berangkat. Selain Nyoman dari Pura Hyang Guru, satu lagi berasal dari Pura Giri Jaya Natha.
Program ini diorganisir langsung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan didampingi Kantor Kementerian Agama Balikpapan.
Pertemuan antar peserta lintas agama sudah digelar pada 8 Juli 2025 lalu, tepat pukul 14.00 WITA. Dalam forum itu, peserta diberi arahan awal terkait proses teknis perjalanan.
Meski jadwal pasti keberangkatan belum diumumkan, Nyoman mengungkap kemungkinan besar umat Hindu akan diberangkatkan ke India—negara tujuan umum untuk Dharma Yatra.
“Belum resmi, tapi biasanya kalau ziarah spiritual untuk Hindu itu ke India,” jelasnya.
Mulai Urus Rekening hingga Paspor
Sebagai langkah awal, para peserta diminta membuat rekening khusus penerima bantuan sosial. Proses ini difasilitasi langsung oleh Biro Kesra Pemprov.
Untuk urusan paspor, para peserta tinggal menunggu jadwal resmi dari panitia yang akan diumumkan lewat grup WhatsApp.
“Kami diarahkan untuk menunggu info lanjutan. Kemungkinan pembuatan paspor juga dilakukan bersama-sama,” ucap Nyoman.
Bagi Nyoman, program ini bukan sekadar perjalanan. Ia menyebutnya sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para penjaga rumah ibadah.
“Ini luar biasa. Kami merasa sangat dihargai. Ini baru pertama kali saya dapat apresiasi sebesar ini,” ungkapnya haru.
Ia berharap program ini bisa terus berlanjut. Tak hanya sebagai bentuk apresiasi, tapi juga simbol kuatnya semangat toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Kalimantan Timur.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur dan seluruh jajaran. Program ini memberi semangat baru bagi kami,” pungkas Nyoman.















