PEMERINTAH Kota Bontang langsung mengajukan proposal Bantuan Keuangan (Bankeu) senilai Rp202 miliar ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) setelah akses pengajuan kembali dibuka. Langkah itu dilakukan di tengah proyeksi APBD Bontang 2027 yang diperkirakan hanya berada di kisaran Rp1,7 triliun.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyebut, pengajuan dilakukan secepat mungkin agar usulan proyek daerah bisa masuk dalam skema bantuan provinsi. Sebelumnya, kanal Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) untuk Bankeu sempat ditutup.
“Sudah dibuka lagi. Sekarang kami usulkan cepat biar bisa diakomodir,” kata Neni saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).
Turunnya kapasitas fiskal daerah menjadi perhatian Pemkot Bontang. Dengan APBD yang diproyeksi terbatas, pemerintah daerah mulai berhitung ketat untuk menjaga program pembangunan tetap berjalan tanpa mengganggu belanja rutin, termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Neni mengakui, keberadaan Bankeu menjadi penting agar struktur belanja daerah tetap aman. Pemkot ingin memastikan alokasi belanja pegawai tidak melampaui ambang batas 30 persen dari total APBD yang menjadi perhatian pemerintah pusat.
Dari total usulan Rp202 miliar, sebagian besar diarahkan untuk proyek yang bersentuhan langsung dengan persoalan warga, terutama banjir yang masih berulang di sejumlah wilayah Bontang. Pemkot mengusulkan pembangunan drainase, tanggul, hingga normalisasi sungai yang kewenangannya berada di tingkat provinsi.
Selain banjir, anggaran juga diusulkan untuk mendukung percepatan penanganan stunting serta sejumlah pembangunan strategis lainnya. Dua isu itu dinilai menjadi pekerjaan rumah yang terus membayangi daerah perkotaan dengan pertumbuhan industri seperti Bontang.
Ketergantungan daerah terhadap bantuan provinsi bukan hal baru. Di tengah fluktuasi pendapatan daerah dan tingginya kebutuhan infrastruktur, Bankeu kerap menjadi ruang napas tambahan bagi pemerintah daerah untuk menjaga proyek pembangunan tetap berjalan.
“Semoga seluruh usulan ini bisa diakomodasi agar pembangunan di Bontang tetap berjalan optimal,” ujar Neni. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















