
BERAU, Pranala.co — Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, membeberkan ketimpangan kualitas pelayanan kesehatan di daerah pedalaman Bumi Batiwakkal. Seperti di Kelay, yang menurutnya masih jauh dari kata layak untuk memberikan pelayanan kesehatan prima bagi masyarakat.
Bahkan, di fasilitas kesehatan tingkat pertama, tak bisa memberikan pelayanan rawat inap bagi pasien. Padahal daerah memiliki kecukupan anggaran untuk meningkatkan status pelayanan tersebut.
"Belum lagi aksesnya yang jauh," kata Elita, ditemui beberapa waktu lalu, Minggu (15/3/2026).
Menurut Elita, kehadiran layanan rawat inap di puskesmas akan menjadi solusi awal bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat, tanpa harus menunggu proses rujukan ke rumah sakit kabupaten.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti minimnya tenaga medis serta keterbatasan ambulans di sejumlah kampung di Kelay, seperti Long Duhung, Long Keluh, Long Lamcin, Long Beliu, hingga Long Sului.
Situasi ini kerap menyulitkan warga ketika menghadapi kondisi darurat. "Sering kali masyarakat kesulitan mencari kendaraan untuk merujuk pasien," ungkapnya.
Elita berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, mulai dari penambahan tenaga medis, penyediaan ambulans, hingga layanan fasilitas rawat inap di puskesmas.
Menurutnya, akses terhadap pelayanan medis bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak dasar yang harus dirasakan setara oleh seluruh masyarakat Berau, tanpa terkecuali.
"Ini penting demi memastikan pemerataan layanan kesehatan di wilayah pedalaman," tutup Elita. (ADS/DPRD BERAU)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















