PRANALA.CO, BONTANG – Kebakaran besar melanda permukiman padat penduduk di Jalan Rachmat, RT 10, Desa Gas Alam Badak 1, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, Minggu (20/10/2024) sekira pukul 10.00 WITA.
Sebanyak 20 rumah dilaporkan ludes terbakar. Dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp600 juta. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kepala Polres Bontang, AKBP Alex F.L Tobing melalui Kapolsek Muara Badak, AKP Gatot Siswanto menjelaskan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik dari rumah Abdul Rahman yang digunakan sebagai gudang.
Berdasarkan keterangan saksi, Wulan Purnama, anak pemilik rumah, asap tebal dan api mulai terlihat dari gudang tersebut sebelum menyebar dengan cepat ke rumah-rumah di sekitarnya.
"Api menyebar dengan cepat karena angin kencang dan kondisi permukiman yang sempit dan padat penduduk," jelas AKP Gatot dalam rilisnya kepada pranala.co, Senin 21 Oktober 2024.
Ketua RT 10, Robawan, yang juga menjadi korban kebakaran, menyebut bahwa saat kejadian, rumah Abdul Rahman sedang tidak berpenghuni, kecuali oleh anak-anaknya. Kebakaran ini berdampak pada 18 kepala keluarga (KK), dengan total 71 jiwa yang kehilangan tempat tinggal.
Tim pemadam kebakaran dari Kecamatan Muara Badak, bersama Fire Rescue PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga dan PT. Petrolog, dikerahkan untuk memadamkan api. Tiga unit mobil pemadam dikerahkan dan berhasil mengendalikan kobaran api setelah berjuang lebih dari dua jam.
Meskipun api sudah dipadamkan, garis polisi dipasang di sekitar lokasi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. AKP Gatot menegaskan bahwa situasi gang yang sempit dan cuaca berangin menjadi tantangan besar dalam proses pemadaman.
Setelah kebakaran, pihak berwenang segera melakukan identifikasi saksi dan korban terdampak. Pemerintah setempat bersama instansi terkait sedang mempersiapkan bantuan bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal. (*)
*) Ikuti berita terbaru PRANALA.co di Google News ketuk link ini dan jangan lupa difollow















