Pranala.co, BONTANG - Ribuan lantunan ayat suci Al-Qur’an bergema serempak di Masjid Agung Al Hijrah, Jumat (13/2) malam. Hal ini menandai kesiapan spiritual umat Islam Kota Bontang menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Di masjid kebanggaan warga itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni hadir langsung dalam kegiatan tarhib Ramadan yang digelar Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Bontang.
Acara tersebut dirangkai dengan khatmil Qur’an bersama 1.300 guru ngaji Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (LPPTKA) BKPRMI se-Kota Bontang.
Sejak awal acara, nuansa khidmat menyelimuti Masjid Agung Al Hijrah. Para guru ngaji duduk berderet rapi, melafalkan ayat-ayat suci sebagai wujud rasa syukur sekaligus doa agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru ngaji yang dinilainya memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
“Tarhib Ramadan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum memantapkan kesiapan lahir dan batin. Para guru ngaji adalah garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada anak-anak kita. Terima kasih atas keistikamahan dan pengabdian yang luar biasa,” ujar Neni di hadapan para peserta.
Tak hanya soal kesiapan spiritual, Neni juga menyinggung langkah-langkah Pemerintah Kota Bontang dalam menyambut Ramadan. Ia memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan stabilitas harga terus dipantau bersama instansi terkait.
“Pemerintah berupaya menjaga agar kebutuhan pokok masyarakat tetap aman. Kami juga mengajak seluruh warga menjaga ketertiban, memperbanyak ibadah, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial,” tuturnya.
Menurut Neni, sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci utama menciptakan suasana Ramadan yang aman, damai, dan menyejukkan di Kota Taman.
Acara tarhib Ramadan ini semakin bermakna dengan tausiah yang disampaikan Andi Sofyan Hasdam, Ketua Komite I DPD RI. Dalam ceramahnya, ia mengajak umat Islam memaknai Ramadan lebih dari sekadar ibadah ritual.
“Ramadan adalah madrasah kehidupan. Di dalamnya kita ditempa untuk jujur, sabar, dan peduli. Nilai-nilai ini penting tidak hanya untuk kehidupan beragama, tetapi juga dalam bermasyarakat dan bernegara,” pesannya. (RED/PPID)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















