Pranala.co, BONTANG – Kelurahan Gunung Telihan memulai memverifikasi dan validasi data kemiskinan 2025, Senin (13/10/2025). Langkah ini dipimpin langsung Lurah Gunung Telihan Mochammad Cholid Hanafi bersama 8 enumerator yang akan turun ke lapangan.
Kegiatan tersebut menjadi tahapan awal pendataan yang akan menjangkau 1.016 jiwa di 30 RT se-Kelurahan Gunung Telihan. Sebelum turun, para enumerator diberikan pemahaman dengan baik mekanisme dan standar pelaksanaan verifikasi dan validasi sesuai pedoman resmi.
“Data ini menjadi dasar kebijakan program penanganan kemiskinan di Gunung Telihan dan Kota Bontang. Karena itu, validitas data hasil verifikasi sangat menentukan arah kebijakan di tahun-tahun mendatang,” jelas Lurah Gunung Telihan.
Kegiatan verifikasi dan validasi ini akan berlangsung mulai hari ini hingga 10 November 2025. Seluruh enumerator telah dibekali formulir dan perangkat digital berbasis geospasial untuk melakukan pendataan door to door di wilayah yang telah ditentukan berdasarkan BNBA alias By Name By Address.
Pendataan dilakukan untuk memperbarui informasi warga miskin secara akurat—termasuk kondisi rumah, pekerjaan, penghasilan, dan tingkat kesejahteraan.
“Kami ingin memastikan data yang dihimpun benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Dengan begitu, setiap program bantuan bisa tepat sasaran,” kata Lurah Gunung Telihan.
Hasil dari kegiatan ini nantinya akan menjadi database resmi tingkat kelurahan, kecamatan, dan kota. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan program penanggulangan kemiskinan di Kota Bontang.
Lurah berharap, hasilnya mampu memperkuat upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Lurah juga mengajak seluruh Ketua RT dan warga untuk berpartisipasi aktif. Ia meminta masyarakat memberikan informasi yang benar dan jujur kepada petugas agar proses pendataan berjalan lancar.
“Kami butuh dukungan semua pihak. Kejujuran masyarakat sangat penting agar data yang dihasilkan akurat. Tanpa kerja sama, program ini tak akan berhasil,” tegasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















