Pranala.co, SANGATTA — Warga Desa Benua Baru Ulu, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim), digegerkan oleh penemuan seorang pria muda yang tewas gantung diri di rumahnya, Minggu (12/10/2025). Korban berinisial H (29) ditemukan meninggal dunia di dalam toilet dengan seutas tali melilit lehernya.
Tragedi itu terjadi tak lama setelah korban terlibat pertengkaran dengan sang istri. Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sangkulirang, Iptu Erik Bastian, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Begitu kami menerima laporan, petugas segera datang ke lokasi dan memasang garis polisi untuk mencegah munculnya isu atau spekulasi liar,” ujar Erik, Senin (13/10).
Dari hasil penyelidikan awal, peristiwa tragis itu bermula ketika pasangan suami istri tersebut tengah melakukan siaran langsung (live) di media sosial. Tak lama kemudian, korban mendadak masuk ke toilet tanpa memberi penjelasan.
Sekitar satu jam berlalu, korban tak juga keluar. Sang istri pun mulai cemas dan meminta adik sepupunya yang juga berada di rumah untuk memeriksa. Saat pintu didobrak, korban ditemukan sudah tak bernyawa, tergantung dengan seutas tali di lehernya.
“Dari keterangan saksi dan hasil investigasi, diketahui korban dan istrinya sempat bertengkar sebelum kejadian,” jelas Erik.
Setelah mendapat laporan dari keluarga, polisi segera mengevakuasi jenazah ke RSUD Sangkulirang untuk dilakukan pemeriksaan medis. Hasil autopsi memastikan bahwa korban meninggal akibat bunuh diri.
“Tidak ditemukan luka lain selain bekas jeratan di leher. Tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan,” tegas Erik.
Polisi pun menegaskan kasus ini tidak mengarah pada tindak kriminal dan dinyatakan murni tindakan bunuh diri.
Iptu Erik Bastian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto maupun video terkait peristiwa tersebut di media sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dalam menghadapi konflik rumah tangga.
“Kami berharap masyarakat lebih peduli terhadap kondisi mental di lingkungan sekitar. Jika ada masalah, bicarakan dan cari bantuan, jangan biarkan berakhir tragis,” harap dia. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















