Pranala.co, BONTANG – Ratusan warga Bontang sedari pagi memadati UMKM Center di Jalan Parikesit, Rabu (11/2/2026), harus menunggu lebih lama dari jadwal semula. Penyaluran beras murah dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang sedianya dimulai pukul 08.00 Wita, baru dapat dilaksanakan sekira pukul 11.00 Wita.
Keterlambatan tersebut terjadi akibat gangguan teknis pada truk pengangkut beras milik Bulog. Armada tersebut dilaporkan mengalami mogok saat melintas di Jalan Poros KM 24, sehingga distribusi beras ke lokasi kegiatan tertunda.
Meski demikian, kegiatan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Bontang tetap dilanjutkan sambil menunggu pasokan beras tiba.
Sejak pagi, antrean warga sudah terlihat mengular di sekitar lokasi. Sebagian besar memilih tetap bertahan karena berharap bisa memperoleh beras dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Masitah (45), salah seorang warga, mengaku telah datang sejak pukul 07.00 Wita. Ia sempat mengira penyaluran akan berlangsung tepat waktu, namun tetap memutuskan menunggu meski jadwal molor.
“Datang dari jam tujuh pagi. Awalnya dikira tidak lama, ternyata tertunda. Tapi harga beras di luar cukup mahal, jadi saya tetap menunggu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rahman (52). Menurutnya, program beras murah sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan terbatas. Ia menilai keterlambatan masih bisa dimaklumi selama kegiatan tetap berjalan.
“Kalau bisa tepat waktu tentu lebih baik. Tapi yang penting berasnya tetap ada dan bisa dibeli masyarakat,” katanya.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani, menjelaskan pihaknya segera mengambil langkah cepat dengan mengupayakan penggantian armada agar distribusi dapat dilanjutkan.
“Truk pengangkut mengalami kendala di jalan. Kami langsung mengupayakan truk pengganti agar beras bisa segera tiba di lokasi,” jelas Debora.
Ia memperkirakan proses penyaluran baru dapat dimulai sekira pukul 11.00 Wita setelah pasokan tiba. Atas keterlambatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
“Biasanya sebelum pukul 13.00 Wita kegiatan sudah selesai. Karena ada kendala teknis, kemungkinan waktu pelaksanaan kami perpanjang,” ujarnya.
Program Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
Pihaknya berharap kegiatan tersebut tetap memberikan manfaat optimal meskipun sempat mengalami hambatan teknis di lapangan. Pemerintah daerah juga berkomitmen melakukan evaluasi agar distribusi pada kegiatan berikutnya dapat berjalan lebih lancar dan tepat waktu. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















