PELAKSANAAN Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Balikpapan kini mendapat pengawalan yang jauh lebih ketat dari tahun-tahun sebelumnya.
Pemkot Balikpapan tidak ingin lagi melihat ada celah bagi para pemburu kursi sekolah secara ilegal. Tim auditor dari Inspektorat Kota Balikpapan diterjunkan langsung ke lapangan demi menjamin proses penerimaan berlangsung transparan dan objektif.
Kepala Inspektorat Balikpapan, Silvia Rahmadina menegaskan, pengawasan ganda sedang diberlakukan. Petugas tidak hanya berdiri memantau posko di sekolah, melainkan ikut menyisir pergerakan data digital yang masuk ke dalam sistem SPMB.
“Baik memantau di lapangan maupun melakukan pengecekan di dalam sistem, semuanya mendapat pengawasan,” ujar Silvia, Senin (1/7/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan hak anak-anak berprestasi dan mereka yang jujur tidak terenggut oleh praktik lancung. Guna membuktikannya, tim auditor akan melakukan uji petik secara acak terhadap berkas pendaftaran yang diajukan.
Fokus pemeriksaan kali ini adalah mencocokkan fisik dokumen dengan data elektronik yang terekam di sistem. Jalur prestasi, yang selama ini kerap menjadi sorotan publik dan rawan manipulasi, masuk dalam radar utama radar pengawasan.
Silvia mencontohkan, timnya akan memvalidasi ulang sertifikat atau piagam yang diunggah oleh calon peserta didik. Jangan sampai ada dokumen palsu yang lolos hanya demi mendapatkan kuota sekolah favorit.
“Kami memastikan apakah data dan dokumen yang diunggah benar-benar sesuai dengan yang tertanam di dalam sistem,” tuturnya lagi.
Sadar bahwa ruang gerak kecurangan bisa terjadi di mana saja, Inspektorat mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam. Sebuah posko pengaduan resmi telah dibuka sepanjang pelaksanaan seleksi ini.
Masyarakat dipersilakan melaporkan segala bentuk kejanggalan. Mulai dari praktik pungutan liar (pungli), gratifikasi, penyalahgunaan wewenang oleh oknum sekolah, manipulasi dokumen, hingga gerilya para calo siswa baru.
Akses melapor pun dibuat sangat mudah dan ramah pengguna. Warga yang mencium aroma kecurangan bisa datang langsung ke Kantor Inspektorat pada jam kerja, atau memanfaatkan saluran WhatsApp aduan 081258544600 yang aktif selama 24 jam penuh.
Silvia berjanji, setiap laporan yang masuk tidak akan menjadi angin lalu. Pihaknya bakal melakukan verifikasi mendalam untuk mencari bukti faktual di lapangan.
“Ketika ada aduan, kami tindak lanjuti terlebih dahulu dengan mencari letak kecurangannya. Jika terbukti benar, maka akan diberlakukan sanksi sesuai aturan,” tegas Silvia.
Melalui pengawalan ketat ini, Inspektorat Balikpapan berharap SPMB 2026 melahirkan potret pendidikan yang bersih sejak hari pertama pendaftaran. Pengawasan ini dipastikan akan terus bergulir hingga seluruh tahapan seleksi dinyatakan selesai. [RUL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















