PEMADAMAN listrik bergilir yang meresahkan warga Samarinda akhirnya mendapat kejelasan. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, langsung memanggil jajaran PT PLN (Persero) UP3 Samarinda ke Balai Kota untuk meminta penjelasan langsung.
Di depan Andi Harun, PLN membeberkan fakta terkait kondisi kelistrikan terkini. Pihak PLN menegaskan bahwa gangguan yang terjadi tidak separah kabar burung yang beredar di media sosial.
“Pemadaman diperkirakan hanya terjadi sekitar tiga hari sekali. Durasinya pun tidak lebih dari tiga jam,” tulis penjelasan manajemen PLN dalam audiensi tersebut, Jumat, 3 Juli 2026 lalu.
PLN memastikan proses pembenahan sistem terus berjalan tanpa henti. Mereka menargetkan pasokan kelistrikan di Samarinda bisa kembali normal dalam waktu dekat.
Mendengar penjelasan itu, Andi Harun meminta PLN bergerak cepat. Ia menegaskan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh dikorbankan.
“Kolaborasi pemerintah daerah dan PLN ini kunci. Layanan kelistrikan harus terpenuhi secara optimal,” tegas Andi Harun.
Menariknya, pertemuan ini tidak hanya membahas masalah mati lampu. PLN membawa kabar baik berupa program penyambungan listrik gratis untuk warga kurang mampu.
Kuotanya masih tersedia. PLN kini menunggu validasi data dari Pemkot Samarinda agar bantuan tersebut bisa langsung dieksekusi ke rumah-rumah warga.
Di sisi lain, Andi Harun justru melempar sorotan pada masalah baru. Banyak fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di Samarinda yang mati akibat ulah maling kabel.
Pemkot Samarinda kini mulai memasang kamera CCTV di titik-titik rawan. Namun, Andi Harun sadar penuh bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendirian.
Ia mengetuk hati warga Samarinda untuk ikut peduli menjaga fasilitas publik di lingkungan masing-masing.
“Mari kita jaga dan awasi bersama. Jika melihat ada yang mencurigakan, segera laporkan,” ajak dia. (*)

















