ANAK berusia enam tahun ditemukan tak bernyawa di perairan laut kawasan Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (30/5/2023) sekira pukul 15.20 Wita.
Bocah 6 tahun itu sempat dilaporkan hilang oleh orangtuanya. Lalu, ditemukan tewas tenggelam di dasar laut oleh warga setempat. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Budi Santoso pun membeberkan kronologisnya.
Korban sempat dianggap asyik bermain dengan teman-temannya di rumah. Namun ternyata bocah itu sampai sore pun belum pulang ke rumah. Keluarga dan orangtua pun terus berupaya pencarian telah dilakukan di sekitar rumah orangtuanya, rumah tetangga dan sekitarnya.
“Tapi sayang, korban belum berhasil ditemukan,” ucapnya.
Dari informasi kerabat, bocah usia enam tahun itu terakhir kali dilihat sedang bermain di sekitar Jembatan Pantai Lango. Lokasinya memang kebetulan tak jauh dari rumah korban.
Karena tak berhasil menemukan korban, lanjut Budi, kemudian seorang staf Kelurahan Pantai Lango melaporkan kejadian itu ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD PPU pukul 15.52 Wita.
Personel BPBD PPU pun langsung meluncur ke lokasi kejadian. Usai laporan itu masuk ke Pusdalops BPBD PPU, kemudian tim langsung bergerak menuju ke lokasi pencarian dan berkoordinasi dengan semua unsur terkait.
Pencarian terhadap korban itu dilakukan hingga dekat Jembatan Pantai Lango dan wilayah sekitarnya oleh tim gabungan bersama pihak keluarga dan warga. Korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Korban ditemukan sekira pukul 17.30 Wita, salah seorang warga bernama Ardi dengan cara diselam hingga ke dasar laut di sekitar Jembatan Pantai Lango itu. Ketika itu jasad korban ditemukan di dasar laut dan warga tadi langsung mengangkat korban ke permukaan kemudian dievakuasi ke rumah orangtua korban.
Jasad korban sempat pula dibawa ke klinik kesehatan di Jenebora Korban juga sempat dibawa ke salah satu klinik kesehatan di Jenebora. Namun kemudian dinyatakan meninggal dunia.
“Saat ini, jasad korban telah berada di rumah duka guna dilakukan proses pemakaman yang dilakukan malam ini juga,” kata Budi.
Proses pencarian korban melibatkan BPBD PPU, aparatur Kelurahan Pantai Lango, Koramil Penajam, Polsek Penajam, TNI AL Pos Penajam, Polisi Air Penajam, dan warga. Aksi pencarian itu juga menggunakan sekitar 36 unit kapal perahu milik warga, empat unit speedboat warga, satu unit Speedboat TNI AL Penajam dan satu unit speedboat milik Polair Penajam.
“Korban telah ditemukan, maka kegiatan operasi pencarian terhadap korban dinyatakan resmi ditutup.,” tukas dia. (*)















