Pranala.co, BONTANG — Suasana pagi di salah satu kawasan pondok pesantren di wilayah administratif Bontang berubah mencekam, Sabtu (14/2/2026). Dua santri dilaporkan tenggelam di jalur sungai yang berada tidak jauh dari lingkungan pesantren.
Peristiwa terjadi sekira pukul 08.00 Wita. Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula saat sejumlah santri berenang di sungai yang debit airnya meningkat setelah hujan.
Warga setempat, Mutmainnah, mengatakan awalnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Aktivitas pagi berjalan seperti biasa hingga tiba-tiba terdengar teriakan meminta tolong dari arah sungai.
“Kejadiannya pagi. Mereka memang sering berenang kalau air naik,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurut Mutmainnah, kepanikan pecah ketika beberapa santri berlarian menuju permukiman warga untuk meminta bantuan darurat.
“Anak-anak pondok ramai-ramai memohon pertolongan untuk dipanggilkan ambulans,” katanya.
Warga berupaya memberikan pertolongan secepat mungkin. Kebetulan, salah satu kerabat Mutmainnah bekerja sebagai sopir ambulans sehingga dapat segera dihubungi untuk membantu proses evakuasi.
“Kebetulan saudara kami sopir ambulans, jadi langsung ke rumah minta tolong,” tuturnya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, insiden bermula ketika satu santri diduga kehilangan kendali saat berenang di arus yang cukup deras. Korban terlihat berpegangan pada batang kayu yang hanyut.
Melihat kondisi tersebut, seorang santri lain berinisiatif mendekat untuk memberikan pertolongan. Namun arus sungai yang kuat justru menyeretnya hingga ikut tenggelam.
Niat untuk menyelamatkan teman berubah menjadi tragedi dalam hitungan menit.
“Korban pertama ditemukan lebih dulu. Kami mendapat kabar hidung dan telinganya mengeluarkan darah,” ujar Mutmainnah.
Pencarian kemudian difokuskan pada santri yang lebih dahulu terseret arus. Warga bersama pihak terkait melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.
“Yang tenggelam pertama itu belakangan baru ditemukan. Jaraknya sekitar satu jam, kemudian langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Kedua korban selanjutnya dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun saat dievakuasi, kondisi keduanya sudah tidak sadarkan diri.
“Sudah tidak sadar waktu dibawa ke rumah sakit,” ucapnya singkat. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















