PROSES seleksi Paskibraka Kaltim atau Kalimantan Timur 2026 ditegaskan berjalan tanpa kompromi terhadap praktik nepotisme. Pemerintah provinsi menekankan seluruh peserta harus lolos murni berdasarkan kemampuan.
Penegasan itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesbangpol Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring, saat membuka seleksi di Aula BPSDM Kaltim, Senin (4/5/2026).
“Tidak boleh ada nepotisme. Kalau ada, silakan laporkan. Jangan ada proyek titipan, mau dia anak pejabat atau latar belakang apa pun,” kata Sembiring.
Ia menegaskan bahwa kualitas menjadi satu-satunya tolok ukur kelulusan. Menurutnya, proses seleksi ini merupakan amanah yang harus dijaga integritasnya.
Peringatan tidak hanya ditujukan kepada peserta, tetapi juga kepada tim selektor. Sembiring meminta seluruh panitia tidak terpengaruh intervensi pihak mana pun selama proses berlangsung.
“Kepada tim selektor, jangan berkompromi jika ada intervensi. Kita jaga proses ini tetap bersih,” ujarnya mengutip laman resmi Pemprov Kaltim.
Seleksi ini diikuti oleh 60 peserta terbaik dari kabupaten/kota, hasil penyaringan dari lebih 2.500 pendaftar. Saat ini, tersisa 58 peserta setelah dua orang gugur di tahap awal.
Peserta yang lolos akan menghadapi serangkaian tes lanjutan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, tes fisik dan kesamaptaan, hingga wawasan kebangsaan.
Dari 58 peserta yang tersisa, hanya 40 orang yang akan ditetapkan sebagai Paskibraka tingkat provinsi. Sementara itu, dua peserta terbaik akan dipilih untuk mewakili Kalimantan Timur di tingkat nasional.
Ketatnya seleksi ini menggambarkan bahwa peluang untuk menjadi Paskibraka semakin kompetitif dari tahun ke tahun, seiring meningkatnya jumlah pendaftar dan standar penilaian yang diterapkan.
Dia berharap proses yang bersih ini dapat menghasilkan Paskibraka yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki integritas dan jiwa nasionalisme yang kuat. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















