GUBERNUR Kalimamanta Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, secara terang-terangan membuka pintu lebar bagi aparatur sipil negara (ASN) dari luar daerah untuk berkompetisi mengisi sejumlah jabatan strategis yang masih kosong.
Langkah ini bukan sekadar mengisi kekosongan kursi. Rudy menegaskan, proses ini merupakan bagian dari manajemen talenta untuk memperkuat organisasi pemerintahan. Tujuannya satu: mempercepat akselerasi pembangunan di Benua Etam.
“Pengisian sembilan pejabat eselon II didasarkan pada manajemen talenta untuk mengisi posisi yang kosong. Sisa posisi lainnya nanti akan diisi melalui proses seleksi terbuka dari kabupaten, kota, maupun provinsi lain,” ujar Rudy, Senin (30/6/2026).
Pernyataan ini disampaikan Rudy tepat usai melantik 110 ASN, mulai dari pejabat eselon II hingga fungsional. Bagi pria yang dikenal visioner ini, birokrasi tidak boleh berjalan lamban. Ia ingin roda pemerintahan berputar lebih cepat.
Dia memberikan pesan tegas kepada pejabat yang baru dilantik: buang jauh-jauh masa adaptasi. Ia menuntut para kepala dinas untuk langsung berakselerasi dalam menghadapi tantangan yang ada di depan mata.
“Kepala dinas yang baru dilantik diharapkan tidak lagi beradaptasi, melainkan langsung berakselerasi. Pejabat lama pun wajib melakukan transfer pengetahuan agar target pada bulan emas Juli dan Agustus tercapai,” tegasnya.
Beberapa nama yang dipercaya mengemban amanah baru di antaranya adalah Muhammad Faisal sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Ririn Sari Dewi sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Ada pula drg. Ahmad Jais yang kini menakhodai RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.
Meski pelantikan gelombang pertama telah usai, sejumlah kursi panas di instansi vital masih belum terisi definitif. Sebut saja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Kehutanan, hingga Badan Kepegawaian Daerah.
Rudy memastikan, kekosongan ini akan segera diatasi melalui mekanisme seleksi terbuka yang transparan dengan berkoordinasi bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Pelantikan berikutnya untuk eselon II, III, dan IV direncanakan pada Juli. Harapan saya, awal tahun depan seluruh jabatan sudah terisi secara definitif,” pungkasnya.
Dengan perombakan ini, Pemprov Kaltim optimistis kinerja organisasi akan lebih solid. Publik tentu menunggu, apakah gebrakan “impor” talenta dari luar daerah ini mampu membawa perubahan signifikan bagi pelayanan masyarakat di Kaltim. [JUN/RE]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















