Pranala.co, BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan dengan tata kelola terbaik di Indonesia. Perusahaan ini memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG) sebagai langkah strategis mempertahankan predikat “The Most Trusted Company” pada ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2025.
Langkah ini bukan sekadar pemenuhan standar. Manajemen ingin memastikan setiap proses bisnis berjalan transparan, akuntabel, dan berorientasi jangka panjang.
“Pupuk Kaltim terus mengukur implementasi tata kelola sesuai prinsip GCG melalui evaluasi dan asesmen CGPI. Ini menjadi dasar perbaikan strategi dan kebijakan tata kelola,” ujar Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono dalam keterangan resminya.
Tahun ini, Pupuk Kaltim mencatat skor 89,37, salah satu yang tertinggi di lingkungan Pupuk Indonesia Grup. Skor itu menjadi bukti konsistensi perusahaan menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memaksimalkan nilai perusahaan di tengah kompetisi industri pupuk yang kian ketat.
Penilaian CGPI dilakukan melalui tiga aspek utama. Antara lain; struktur Tata Kelola Perusahaan; Proses Tata Kelola; dan Hasil Tata Kelola.
Teguh menyebut skor tinggi tersebut mencerminkan budaya transparansi yang sudah mengakar dalam seluruh proses bisnis. “Implementasi GCG bukan hanya formalitas. Ia harus bekerja optimal di setiap lini,” tegasnya.
Dalam industri yang terus berubah cepat, perusahaan membutuhkan fondasi kuat agar mampu bertahan dan tumbuh. Bagi Pupuk Kaltim, fondasi itu adalah tata kelola yang baik. Manajemen percaya GCG adalah benteng utama menghadapi dinamika dan ketidakpastian global.
Tak hanya berdampak pada kinerja finansial, penguatan GCG juga berpengaruh langsung terhadap kepuasan pelanggan, tingkat kepercayaan publik, serta keterlibatan karyawan dalam menjalankan visi perusahaan.
Tahun ini, CGPI mengusung tema “Membangun Kapabilitas Dinamis Perusahaan dalam Kerangka GCG.” Pupuk Kaltim pun menyelaraskan strategi dengan memperkuat struktur, proses, dan kapasitas organisasi agar semakin adaptif menghadapi tantangan zaman.
Prinsip GCG diinternalisasi agar seluruh kebijakan, keputusan, hingga operasional harian bergerak dengan nilai yang sama: bersih, transparan, etis, dan akuntabel.
Dengan capaian 2025, Pupuk Kaltim bertekad terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri pupuk nasional sekaligus menjadi panutan bagi dunia usaha lain dalam menerapkan tata kelola modern yang berkelanjutan.
Ketua The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG), Gendut Suprayitno, mengungkapkan CGPI tahun ini diikuti 52 perusahaan nasional. Ajang ini menjadi sarana evaluasi sekaligus dorongan bagi dunia usaha untuk menjalankan bisnis yang sehat dan beretika.
“Program ini bentuk komitmen kami untuk mendorong perusahaan di Indonesia menjalankan bisnis sesuai prinsip GCG: bersih, transparan, beretika, dan akuntabel,” ujar Gendut. (ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami













