Pranala.co, BONTANG — Pemerintah Kota Bontang menegaskan pengawasan ketat terhadap seluruh proyek infrastruktur menjelang akhir tahun. Kontraktor yang lambat menyelesaikan pekerjaan berisiko dicoret dari daftar penyedia atau masuk daftar hitam.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan bahwa meski tidak ada sanksi administratif langsung, konsekuensi tetap berlaku. Pembayaran hanya dilakukan sesuai progres pekerjaan di lapangan, bukan nilai kontrak penuh.
“Kami hanya membayar sesuai yang dikerjakan. Kalau ingin dibayarkan penuh, ya harus selesai tepat waktu,” tegas Agus, Kamis (11/12/2025).
Agus menekankan rekam jejak kontraktor menjadi pertimbangan utama untuk proyek berikutnya. “Kalau tahun ini saja tidak tuntas, bagaimana bisa diberi pekerjaan lagi?” ujarnya.
Dia meminta kontraktor memaksimalkan sisa waktu jelang penutupan anggaran 2025. Cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan, tetapi bukan alasan menurunkan komitmen penyelesaian proyek. Pengecualian hanya diberikan untuk proyek multiyears.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Bontang, Edy Prabowo, optimistis seluruh proyek fisik selesai akhir Desember 2025. Monitoring harian di lapangan terus dilakukan untuk memastikan ritme pekerjaan tetap terjaga.
Sejumlah proyek prioritas yang menunjukkan perkembangan signifikan antara lain: Pembangunan turap (perkuatan tebing sungai) di Kanaan, Gunung Telihan, dan Api-Api, yang telah rampung.
Selain itu, perbaikan drainase di Jalan MT Haryono hingga Ahmad Yani, mencapai 98 persen, termasuk pemasangan lampu hias; serta pengerjaan drainase Tanjung Laut yang sudah memasuki tahap finishing.
Meski menghadapi hambatan seperti pasokan pasir tersendat, antrean beton meningkat, dan cuaca berubah-ubah, koordinasi antarpihak terus diperkuat.
“Insyaallah tidak ada yang lewat akhir tahun. Semua sesuai jadwal karena kami pantau terus,” ujar Edy.
Edy berharap seluruh proyek rampung tepat waktu. Dengan begitu, manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat sekaligus menjadi tolok ukur peningkatan kualitas pembangunan di Bontang. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















