Pranala.co, SANGATTA – Dinas Perumahan dan Permukiman Kutai Timur (Perkim Kutim) memastikan seluruh pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) pada 2025 memakai standar yang sama. Mulai dari biaya, material, hingga spesifikasi teknis, semuanya diseragamkan.
Tujuannya jelas. Untuk menjaga akuntabilitas. Untuk menjamin transparansi. Dan memastikan setiap keluarga penerima mendapatkan kualitas rumah yang setara.
Kabid Permukiman Perkim Kutim, Muhammad Noor, menjelaskan bahwa nilai bantuan sudah mengikuti standar nasional. Tidak boleh ditambah. Tidak boleh dikurangi.
Bantuan bedah rumah ditetapkan Rp60 juta. Sementara pembangunan rumah baru senilai Rp115 juta.
“Angka tersebut sudah termasuk pajak dan semuanya mengikuti standar Kementerian Perkim. Tidak bisa kurang atau lebih dari ketentuan itu,” tegas Noor.
Selain soal biaya, pemerintah juga menetapkan standar material. Struktur rumah harus sama. Dinding, atap, lantai, hingga instalasi dasar wajib memenuhi syarat teknis dari pemerintah pusat.
Untuk rumah baru, luas maksimal 36 meter persegi. Desainnya pun mengutamakan kesehatan penghuni. Termasuk pencahayaan, ventilasi, dan kenyamanan bagi keluarga kecil.
“Kita menggunakan spesifikasi yang sama agar kualitas rumah yang dibangun merata,” ujar Noor.
Standar sudah dibuat. Pelaksanaannya diawasi. Perkim Kutim menerapkan pengawasan berlapis. Laporan progres pekerjaan terus dimonitor. Tim teknis turun langsung ke lapangan untuk mengecek material dan memastikan tidak ada penyimpangan.
“Pengawasan langsung tetap kita jalankan agar tidak ada pengurangan material,” kata Noor.
Sebanyak 497 unit telah ditetapkan sebagai penerima RLH tahun 2025. Anggaran yang digelontorkan mencapai puluhan miliar rupiah.
Program ini tak hanya meningkatkan kualitas tempat tinggal warga berpenghasilan rendah. Kehadiran proyek fisik juga menggerakkan ekonomi lokal melalui kontraktor dan tenaga kerja setempat.
Perkim Kutim berharap program RLH memberi dampak nyata. Tidak hanya rumah yang lebih layak, tetapi juga kesejahteraan yang meningkat dan pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan. (ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami













