PRANALA.CO, Bontang – Paguyuban Pelestari Tosan Aji dan Pusaka Bessai Berinta (Panji Beber) Kota Bontang kembali menggelar acara bertajuk Ngaji Pusaka Nusantara Jilid-2 di Lamin Kodim 0908/Bontang.
Acara yang berlangsung Sabtu (11/1/2025) pukul 20.00 WITA ini menjadi wadah berkumpulnya para pecinta budaya dan pusaka Nusantara, sekaligus ajang berbagi wawasan tentang nilai luhur yang terkandung dalam berbagai pusaka.
Berbeda dengan edisi sebelumnya yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang pada Desember 2024, edisi kedua ini dikemas lebih santai tanpa kehadiran pembawa acara. Suasana hangat tercipta ketika peserta secara bergantian berbagi kisah dan pengalaman mereka mengenai pusaka. Dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut, peserta menggali filosofi serta makna simbolis dari pusaka yang mereka miliki.
Ketua Umum Panji Beber, Tommy Johan Agusta atau yang akrab disapa Mas BCM, mengungkapkan bahwa Ngaji Pusaka merupakan upaya untuk mengasah pengetahuan dan belajar bersama tentang Tosan Aji serta pusaka Nusantara. Ia menegaskan bahwa pusaka bukan sekadar benda mati, melainkan memiliki nilai filosofis, simbolis, dan historis yang sangat penting untuk dilestarikan.
“Pusaka bisa berupa apa saja, mulai dari keris, parang, hingga lagu-lagu dan doa-doa. Di antara semua jenis pusaka, keris memiliki tempat istimewa karena mengandung makna mendalam yang mencerminkan karakter dan filosofi hidup,” ujar Mas BCM dalam sambutannya.
Mas BCM juga menegaskan pentingnya memahami makna spiritual yang melekat pada pusaka. Menurutnya, pusaka adalah cerminan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang dan harus dijaga agar tidak tergerus oleh zaman.
Acara Ngaji Pusaka Nusantara Jilid-2 mendapat apresiasi tinggi dari Wali Kota Bontang, Basri Rase. Dalam kesempatan tersebut, Basri mengungkapkan rasa bangganya terhadap Panji Beber yang terus aktif melestarikan budaya di tengah keberagaman etnis di Kota Bontang.
“Saya sangat mengapresiasi Panji Beber yang sudah menjadi bagian penting dalam melestarikan budaya Nusantara di Bontang. Paguyuban ini lahir di masa kepemimpinan saya, dan saya berharap eksistensinya akan terus terjaga meski nanti saya tidak lagi menjabat,” kata Basri Rase.
Basri juga menyebut Panji Beber sebagai “Rumah Kita Bersama”, tempat bagi masyarakat untuk berdiskusi dan saling berbagi pengetahuan dalam upaya melestarikan kekayaan budaya bangsa.
Berbagai anggota Panji Beber turut menyampaikan kisah inspiratif mereka selama acara berlangsung. Agus Susanto, Ketua I Panji Beber, membagikan pengalaman pribadinya dalam melestarikan seni budaya hingga akhirnya mendalami dunia pusaka.
Maryono, Ketua II Panji Beber, menekankan pentingnya menjaga harmoni antara aspek spiritual dan fisik dari pusaka. “Pusaka bukan hanya sekadar benda, tetapi juga simbol nilai-nilai luhur yang harus dipelihara dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Daeng Rizal, Sekretaris Jenderal Panji Beber, mengangkat tema pusaka dalam budaya Bugis. Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi Bugis, pusaka memiliki peran penting sebagai simbol kebesaran keluarga dan penjaga nilai adat.
Tidak ketinggalan, Anggi Alpitasari, Bendahara Umum Panji Beber yang mewakili generasi Z, menyatakan komitmennya untuk terus belajar dan melestarikan budaya Nusantara.
“Sebagai generasi muda, kami harus tetap menjaga tradisi ini agar tidak hilang ditelan modernisasi. Pusaka adalah warisan yang harus terus hidup di tengah masyarakat,” ungkap Anggi.
Kegiatan Ngaji Pusaka Nusantara diharapkan bisa menjadi agenda rutin tahunan yang dinantikan oleh masyarakat Kota Bontang. Mereka optimis bahwa acara ini dapat menjadi wadah edukasi bagi generasi muda dalam mengenal dan melestarikan pusaka serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami




















Comments 2