PT PUPUK Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung global. Perusahaan raksasa ini sukses memboyong penghargaan bergengsi Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2026 untuk kategori Social Empowerment.
Pencapaian ini bukan pertama. Hebatnya, Pupuk Kaltim konsisten mempertahankan piala internasional ini setiap tahun sejak 2019 berkat komitmen nyata mereka dalam memberdayakan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.
Tahun ini, sorotan dunia tertuju pada sebuah inovasi sosial yang menyentuh hati sekaligus berdampak ekonomi nyata: Program ‘Cerdas Dalam Wirausaha Jamur Unggulan untuk Masyarakat Sejahtera’ atau yang akrab disebut Cendawan Juara.
Program Cendawan Juara mengambil tempat di Kelurahan Guntung, Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Di sinilah denyut nadi program terasa sangat humanis, karena melibatkan 29 warga yang mayoritas merupakan kelompok lanjut usia (lansia).
Pupuk Kaltim sengaja merangkul para lansia agar kelompok rentan ini tetap produktif secara ekonomi. Kehadiran program ini sekaligus membantu mereka menjadi penopang finansial keluarga yang mandiri.
“Kami merancang pendekatan jangka panjang agar kelompok binaan ini tidak sekadar menanam jamur, tapi tumbuh menjadi usaha mandiri dengan tata kelola yang profesional,” ujar VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah. Program yang dimulai sejak 2025 ini rencananya akan terus didampingi secara intensif hingga 2029 mendatang.
Para lansia di Guntung tidak dilepas begitu saja. Mereka mendapatkan pembekalan lengkap dari hulu ke hilir, mulai dari teknik budidaya, manajemen kelompok, hingga strategi pemasaran produk olahan.
Salah satu terobosan menarik dalam program ini adalah penggunaan teknologi drum jamur tiram. Inovasi ruang ini mampu menampung 30 hingga 35 baglog jamur dalam satu unit, sehingga sangat efisien tempat namun tetap menghasilkan panen melimpah hingga 2 kilogram per baglog.
Hebatnya lagi, program ini menerapkan konsep ekonomi sirkular yang minim limbah. Sisa baglog jamur yang biasanya dibuang, kini diolah menjadi pupuk kompos berkualitas. Tiap 500 unit limbah baglog mampu menghasilkan hingga 300 kilogram kompos matang yang kini menjadi sumber pendapatan baru bagi warga.
Gerakan ekonomi tidak berhenti di ruang budidaya. Di sektor hilir, kelompok binaan aktif menyulap hasil panen jamur segar menjadi berbagai varian produk makanan olahan siap konsumsi. Langkah kreatif ini terbukti efektif mendongkrak nilai jual produk di pasar.
Bagi Pupuk Kaltim, piala ke-8 di ajang AREA 2026 ini menjadi bahan bakar baru untuk terus menebar manfaat. Lewat Cendawan Juara, mereka membuktikan bahwa sinergi tulus bersama masyarakat lokal bisa melahirkan kemandirian ekonomi yang tangguh, inklusif, dan diakui dunia. [ADS]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















