Pranala.co, SAMARINDA - Kementerian Keuangan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Timur (DJPb Kaltim) menyalurkan Dana Desa sebesar Rp563,73 miliar per Oktober 2025. Dana ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan berbagai program lain di desa-desa.
Kepala Kantor Wilayah DJPb Kaltim, Edih Mulyadi, menyatakan, tingkat serapan Dana Desa cukup tinggi, mencapai 70,23 persen dari total pagu Rp809,7 miliar. Dana ini diperuntukkan bagi 841 desa/kampung yang tersebar di tujuh kabupaten di Kaltim.
“Serapan per 31 Oktober ini tergolong tinggi. Sebelumnya sempat ada kendala di sistem penyaluran dan kebijakan prioritas dari pusat, tapi kini sudah beres dan segera kami salurkan,” ujar Edih.
Rincian Dana Desa per kabupaten:
- Kutai Kartanegara: 193 desa, total Rp200,5 miliar, rata-rata per desa Rp1 miliar.
- Paser: 139 desa, total Rp124,5 miliar, rata-rata per desa Rp895,6 juta.
- Berau: 100 desa, total Rp101,5 miliar.
- Kutai Barat: 190 kampung, total Rp151,3 miliar.
- Kutai Timur: 139 desa, total Rp150,3 miliar.
- Penajam Paser Utara: 30 desa, total Rp29,4 miliar.
- Mahakam Ulu: 50 desa, total Rp52,2 miliar.
Dana Desa di Kaltim terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada 2023, totalnya Rp777,27 miliar. Tahun 2024 naik menjadi Rp787,18 miliar, dan 2025 kembali naik menjadi Rp809,7 miliar.
Edih menekankan pentingnya kemandirian desa dan tata kelola Dana Desa yang berkualitas. Penyaluran difokuskan sesuai prioritas dan langsung dari rekening negara ke rekening kas desa.
Penggunaan Dana Desa meliputi:
- BLT Desa untuk penanganan kemiskinan ekstrem, maksimal 15 persen.
- Mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
- Layanan dasar kesehatan, termasuk program konvergensi stunting.
- Program ketahanan pangan dan pengembangan potensi desa.
- Percepatan implementasi desa digital.
- Pembangunan berbasis padat karya tunai dengan bahan baku lokal.
- Operasional pemerintah desa maksimal 3 persen.
Dengan penyaluran Dana Desa yang tepat sasaran, diharapkan kualitas hidup masyarakat desa di Kaltim semakin meningkat, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















