UPAYA menjaga denyut pasokan energi nasional terus dilakukan dari perairan Kaltim. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) resmi mengoperasikan Platform WPN6 di Lapangan Lepas Pantai Sisi Nubi, Wilayah Kerja (WK) Mahakam.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi mempertahankan produksi gas dari salah satu wilayah migas paling penting di Indonesia yang telah beroperasi selama puluhan tahun.
Gas pertama dari sumur NB601 mulai mengalir pada 5 Juni 2026. Produksi awal sumur tersebut mencapai sekitar 6 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
Dua hari berselang, PHM kembali mengoperasikan sumur NB603 dengan produksi awal sekitar 8 MMSCFD.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, mengatakan kedua sumur tersebut masih menjalani proses penyesuaian fasilitas produksi.
“PHM mengoperasikan sumur NB603 dua hari kemudian dengan produksi sekitar 8 MMSCFD. Dua sumur tersebut ditarget mencapai produksi gas hingga 20 MMSCFD setelah proses penyesuaian fasilitas selesai,” ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (13/6/2026).
Kehadiran WPN6 bukan proyek yang berdiri sendiri. Platform ini melanjutkan rangkaian pengembangan fasilitas produksi di Lapangan Sisi Nubi yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu.
Sebelumnya, PHM telah mengoperasikan Platform WPS4 pada Desember 2025, WPS5 pada Februari 2026, dan WPN7 pada Maret 2026.
Rangkaian proyek tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi WK Mahakam yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung pasokan gas nasional.
Tantangannya tidak ringan. Banyak lapangan di Mahakam telah berproduksi dalam waktu lama sehingga mengalami penurunan produksi secara alamiah.
Karena itu, perusahaan terus mengembangkan sumur dan fasilitas baru sekaligus menerapkan berbagai teknologi untuk menjaga tingkat produksi tetap stabil.
“Pengoperasian WPN6 membantu menjaga pasokan gas dari Wilayah Kerja Mahakam. Produksi dari lapangan existing juga harus terus dijaga agar kebutuhan energi nasional dapat terpenuhi,” kata Setyo.
Sebelum resmi beroperasi, WPN6 menjalani serangkaian pengujian untuk memastikan seluruh fasilitas bekerja aman dan sesuai standar.
PHM melakukan Emergency Shutdown (ESD) Test, pembersihan sumur, hingga uji kebocoran menggunakan nitrogen sebelum gas dialirkan ke fasilitas produksi.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko sekaligus memastikan seluruh sistem beroperasi secara optimal.
Setyo menyebut keberhasilan pengoperasian WPN6 tidak lepas dari koordinasi berbagai tim teknis yang terlibat sejak tahap pembangunan hingga commissioning.
Dukungan para pemangku kepentingan juga dinilai menjadi faktor penting sehingga proyek dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sebagai anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia, PHM mengelola operasi hulu migas di WK Mahakam sebagai kontraktor kontrak kerja sama SKK Migas.
Perusahaan menegaskan seluruh operasi dijalankan dengan mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. [ADS]
















