SANGATTA, Pranala.co — Pagi baru saja menetas di Desa Sepaso Timur. Embun masih menggantung di pucuk-pucuk padi yang baru ditanam. Di hamparan lahan yang dulu tak tersentuh, kini jejak-jejak kaki petani, tentara, dan aparat pemerintah menyatu dalam satu irama: menanam harapan.
Di tengah dominasi tambang dan perkebunan sawit yang selama ini menjadi wajah utama Kutai Timur, arah baru perlahan dibentuk. Bukan lagi sekadar menggali dari perut bumi, tetapi juga menumbuhkan dari tanah yang selama ini terabaikan.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menargetkan pengembangan kawasan pertanian hingga 100 ribu hektare. Sebuah angka besar. Sebuah ambisi yang tak kecil.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi menuju kemandirian pangan daerah. Dari total luasan tersebut, sekitar 80 ribu hektare akan difokuskan pada hortikultura dan perkebunan. Sisanya, 20 ribu hektare, diperuntukkan bagi tanaman padi—mulai dari padi sawah, padi ladang, hingga padi kolam atau padi terapung.
“Pemerintah sudah menyiapkan 20 ribu hektare lahan untuk pertanian. Dari jumlah itu, 7 ribu hektare sudah siap dipakai, termasuk 2 ribu hektare untuk sawah padi. Ini upaya kita supaya Kutai Timur bisa mandiri pangan,” ujar Ardiansyah.
Namun, proyek ini bukan hanya soal angka dan luas lahan. Ada kerja kolaboratif yang dirancang untuk mempercepat perubahan. Pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), untuk turun langsung ke lapangan.
Di Sepaso Timur, kolaborasi itu tampak nyata. Para prajurit tak hanya berdiri sebagai pengaman, tetapi ikut membuka lahan, mendampingi petani, hingga memastikan proses tanam berjalan baik.
Ardiansyah menegaskan, keterlibatan lintas sektor ini bersifat sementara. Ketika sistem pertanian sudah terbentuk dan stabil, pengelolaan sepenuhnya akan dikembalikan kepada petani.
Pernyataan itu disampaikan saat ia mendampingi Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma, Brigjen TNI Anggara Sitompul, dalam kegiatan tanam padi dan cetak sawah rakyat serentak, Kamis (9/4/2026).
Di kesempatan sama, Komandan Kodim 0909/Kutim, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, memaparkan perkembangan program cetak sawah. Dari total alokasi 1.106 hektare, realisasi saat ini baru mencapai 363 hektare.
“Dari target 1.106 hektare, saat ini sudah terealisasi 363 hektare. Kami akan berupaya menyelesaikan seluruh target tersebut secepatnya,” ujarnya.
Angka itu menunjukkan pekerjaan rumah yang masih panjang. Namun optimisme tetap dijaga.
Brigjen TNI Anggara Sitompul menegaskan, TNI siap menjadi bagian dari upaya tersebut. Bukan hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai penggerak di lapangan.
“Kami dari TNI siap mendukung program pertanian ini. Kami akan bantu petani di lapangan, supaya penanaman berjalan baik dan hasilnya bisa maksimal,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa masa depan ekonomi tidak lagi sepenuhnya bertumpu pada sektor ekstraktif.
“Ke depan, yang punya lahan pertanian itu yang akan punya banyak uang. Bukan lagi daerah yang hanya mengandalkan tambang. Dengan kondisi global sekarang dan ancaman seperti El Nino atau musim kemarau panjang, kita harus siap dari sekarang,” ujarnya.
Di tingkat akar rumput, harapan itu sudah mulai tumbuh.
Ketua Kelompok Tani Mega Sejahtera, Imam Turmudi, berdiri di antara lahan seluas 98 hektare yang kini ia kelola bersama anggotanya. Lahan yang dulu tak produktif, kini siap ditanami dan diharapkan mampu panen dua kali dalam setahun.
“Kami mengelola sekira 98 hektare lahan dan berharap bisa panen dua kali dalam setahun. Kami juga bersyukur karena dibantu TNI dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pertanian untuk membuka lahan baru yang sebelumnya tidak produktif. Ini lahan milik masyarakat,” ungkapnya.
Bagi Imam dan para petani lainnya, program ini bukan sekadar proyek pemerintah. Ini adalah peluang untuk memperbaiki hidup.
Di Sepaso Timur, perubahan itu mungkin belum sempurna. Masih ada target yang harus dikejar, lahan yang harus dibuka, dan sistem yang harus diperkuat. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















