• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juli 5, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Kaum Dalit; ‘Kasta Haram’ di India yang Kian Terpinggirkan

Suriadi Said by Suriadi Said
9 Mei 2022 | 07:17
Reading Time: 3 mins read
1
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Di balik modernitas dan hingar bingar India, terdapat aturan saklek mengatasnamakan kasta. Memisahkan manusia ke dalam sebuah strata sosial dengan tingkatan berbeda beda.

Bagai sebuah garis pembatas yang tak bisa ditembus dan disatukan. Kasta kerap membuat seseorang menganggap diri bermartabat tinggi dan merendahkan mereka dari strata terendah hanya karena darah atau keturunan.

PILIHAN REDAKSI

Tabrakan Kereta Api di India, 207 Orang Meninggal Dunia

Tabrakan Kereta Api di India, 207 Orang Meninggal Dunia

3 Juni 2023 | 16:04
Bikin Ngeri, Ular Berbisa Bersarang di Telinga Wanita Ini

Bikin Ngeri, Ular Berbisa Bersarang di Telinga Wanita Ini

17 September 2022 | 11:14

Di negeri tepian sungai Gangga ini, manusia sejak lahir sudah distempel dalam garis kehidupan kasta yang lebih dikenal dengan sistem Jatis. Sistem itu bak belenggu kehidupan, menjadikan orang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin nelangsa serta tersingkirkan.

Seseorang bisa dikenali kastanya dari nama, pekerjaan dan pendidikan. Mereka yang berasal dari kasta tinggi biasanya mendapatkan pekerjaan lebih baik, sementara mereka dari strata terendah semakin terpinggirkan.

Mengutip sejumlah sumber, diskriminasi kasta yang lebih rendah sejatinya ilegal di India. Pemerintah Negeri Mahabrata melalui Mahkamah Agung sejatinya telah berusaha menghapus sistem kasta.

Melalui pasal 15 dalam hukum konstitusi India, pemerintah berusaha meningkatkan perekonomian kaum tertindas — dalam hal ini golongan Dalit. Pihak terkait berupaya memberikan kuota di perguruan tinggi dan pekerjaan bagi kasta rendah.

Tapi tradisi tetaplah tradisi. Budaya yang diteruskan dari satu generasi ke generasi. Kaum dari strata terendah, terpinggirkan dan kerap jadi bulan-bulanan warga. Tak sedikit dari mereka dalam level terbawah kasta menjadi korban. Luka atau mati, tanpa bisa membela diri.

Asal Muasal Dalit

Dalit adalah kasta terendah di India yang bahkan tak dimasukkan dalam empat tingkatan sistem varna (Brahmana, Ksatria, Waisya, Sudra) sehingga digolongkan sebagai varna kelima (panchama). Nama “dalit” berarti “yang tertindas” dalam Bahasa Sanskerta atau “yang terpecah/tercerai berai” dalam Bahasa Hindi.

Istilah “dalit” digunakan dalam klasifikasi sensus British Raj (pemerintah kolonial Inggris di India) untuk merujuk kelas tertindas sebelum tahun 1935. Ekonom dan pembaharu BR Ambedkar (1891-1956), yang juga seorang Dalit dan menjadi tokoh paling penting bagi kaum tersebut, mempopulerkannya pada tahun 1970. Istilahnya kian akrab di telinga rakyat India setelah diadopsi oleh kelompok aktivis bernama Dalit Panthers.

Komisi Nasional untuk Kasta yang Terdaftar India menganggap penggunaan istilah “dalit” sebagai tindakan yang “tidak konstitusional” karena undang-undang modern lebih memilih istilah “Kasta yang Terdaftar”. Namun sejumlah sumber menilai “dalit” lebih representatif untuk menunjuk kelompok-kelompok di India yang tertindas dibanding “Kasta yang Terdaftar”.

Laporan BBC menyebut, sistem kasta India adalah salah satu bentuk stratifikasi sosial tertua yang bertahan di dunia..Sistem yang membagi umat Hindu menjadi kelompok hierarkis yang kaku berdasarkan karma (pekerjaan) dan dharma (kata Hindu untuk agama, tetapi di sini berarti penugasan) umumnya sudah berusia lebih dari 3.000 tahun.

Manusmriti, yang secara luas dianggap sebagai buku paling penting dan otoritatif tentang hukum Hindu dan telah ada sejak 1.000 tahun sebelum Kristus dilahirkan, “mengakui dan membenarkan sistem kasta sebagai dasar keteraturan dan keteraturan masyarakat”.

Sistem kasta membagi umat Hindu menjadi empat kategori utama – Brahmana, Ksatria, Vihara dan Shudra. Banyak yang percaya bahwa kelompok-kelompok itu berasal dari Brahma, Dewa Pencipta.

Di puncak hierarki adalah para Brahmana yang sebagian besar adalah guru dan intelektual dan diyakini berasal dari kepala Brahma. Kemudian datanglah para Ksatria, atau para pejuang dan penguasa, konon dari keturunannya.

Slot ketiga jatuh pada para Vaishya, atau para pedagang, yang diciptakan dari pahanya. Di bagian bawah tumpukan adalah Shudra, yang datang dari kaki Brahma dan melakukan semua pekerjaan kasar.

Kasta-kasta utama selanjutnya dibagi menjadi sekitar 3.000 kasta dan 25.000 kasta, masing-masing berdasarkan pekerjaan spesifik mereka. Di luar sistem kasta Hindu ini ada orang-orang Dalit atau yang tak tersentuh.

Kaum Dalit (paria) selama ini dianggap sebagai kasta terendah. Dengan alasan ‘tak murni’, mereka dilarang masuk ke mayoritas kuil, bahkan seringkali dianggap komunitas yang ‘untouchable’ alias ‘haram’ untuk disentuh. Keberadaan mereka tak dianggap dalam masyarakat tradisional India.

Berada di luar empat kasta, komunitas Dalit menjadi yang paling miskin dan tertindas. Peluang mendapat pekerjaan, memperoleh pendidikan sangat sempit bahkan dianggap nyaris tak ada. Ketidakberuntungan bahkan sampai soal jodoh.

Dan karena dianggap ‘tak murni’ mereka dipinggirkan selama ribuan tahun sejarah India. Program afirmatif pemerintah selama lebih dari 70 tahun belakangan belum berhasil mengatasi hal itu.

Sepanjang sejarah diskriminasi dilakukan dalam banyak hal, misalnya seperti kisah yang dipopulerkan pemimpin Dalit, BR Ambedkar. Konon, komunitas paria di sebuah desa dipaksa menggunakan penampung ludah yang diikatkan di leher mereka, agar liur mereka ‘yang tak murni’ tak menodai warga lain.

Sementara, di desa lain, komunitas Dalit dilaporkan diharuskan membawa dahan pohon di belakang mereka — yang diikatkan di dengan tali yang melilit pinggang — agar tak meninggalkan jejak yang ‘kotor’. Ranting-ranting di belakang mereka akan menghapus tapak kaki.

Secara terpisah, Badri Raina, dosen senior di Delhi University mengatakan, memenangkan dukungan Dalit menjadi hal penting bagi visi persatuan Hindu yang dikampanyekan Partai Bharatiya Janata (BJP).

Namun, upaya partai tersebut menghadapi tantangan signifikan, terutama soal isu perlindungan terhadap sapi-sapi — yang disucikan umat Hindu di India.

“Mata pencaharian Dalit tergantung pada industri ternak, baik untuk penyediaan nutrisi maupun pengolahan kulit, BJP sejauh ini belum membuat konsesi soal itu,” kata Raina.

Beberapa tahun lalu, di Gujarat, tujuh pemuda Dalit menguliti seekor sapi yang mati — sebuah pekejaan yang dilarang dilakukan orang berkasta — dicambuki oleh sejumlah orang. Rekaman aksi kekerasan yang beredar luas memicu protes.

Aturan industri daging yang ditetapkan Mei lalu, yang melarang penjualan sapi dan ternak lainnya untuk disembelih, sangat berdampak pada komunitas Dalit, juga warga minoritas Muslim.

Sementara itu, narasi soal perlakuan diskriminatif pada kaum Dalit terus muncul..Misalnya pada Mei 2017, tim advance yang mempersiapkan kedatangan menteri BJP dari Uttar Pradesh, Yogi Adityanath dilaporkan membagikan sabun pada komunitas Dalit dan meminta mereka membersihkan diri sebelum sang pejabat tinggi tiba. (red/id)

Tags: IndiaKasta DalitKasta India
Previous Post

IKN Mendongak

Next Post

5.653 Wisatawan Kunjungi Pulau Beras Basah Bontang

BACA JUGA

Pengeroyokan Penumpang Kapal Feri Balikpapan Viral, Dipicu Parkir Mobil

Pengeroyokan Penumpang Kapal Feri Balikpapan Viral, Dipicu Parkir Mobil

5 Juli 2026 | 18:59
Wali Kota Bima Lantik Istri dan Keluarga jadi Pejabat, Pemkot: Ini Meritokrasi!

Wali Kota Bima Lantik Istri dan Keluarga jadi Pejabat, Pemkot: Ini Meritokrasi!

5 Juli 2026 | 18:00
Mahasiswa Asal Berau Ditemukan Tewas di Kamar Indekos Air Hitam Samarinda

Mahasiswa Asal Berau Ditemukan Tewas di Kamar Indekos Air Hitam Samarinda

5 Juli 2026 | 17:46
Maling Bobol Indomaret Lamaru Balikpapan, Rusak Dinding untuk Kuras Isi Toko

Maling Bobol Indomaret Lamaru Balikpapan, Rusak Dinding untuk Kuras Isi Toko

5 Juli 2026 | 17:21
Kejar Terget! Portal Perlindungan Sosial Balikpapan Tembus 8 Ribu KK

Kejar Terget! Portal Perlindungan Sosial Balikpapan Tembus 8 Ribu KK

5 Juli 2026 | 16:31
IKN Bakal Dijaga 600 Bintara Polri, Dilengkapi AI hingga Kamera Nempel di Badan

IKN Bakal Dijaga 600 Bintara Polri, Dilengkapi AI hingga Kamera Nempel di Badan

5 Juli 2026 | 16:17
Next Post

5.653 Wisatawan Kunjungi Pulau Beras Basah Bontang

Comments 1

  1. Ping-balik: Menengok Kehidupan Suku Sentinel yang Mematikan dan Tak Tersentuh Dunia Modern - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Satpol PP Tegur Indomaret di Jalan MH Thamrin Bontang, Trotoar Dirombak Tak Sesuai Aturan

Satpol PP Tegur Indomaret di Jalan MH Thamrin Bontang, Trotoar Dirombak Tak Sesuai Aturan

2 Juli 2026 | 19:03
Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim

29 Juni 2026 | 19:19
Sempat Molor 2 Bulan, 12 Pejabat Pemkot Bontang Resmi Dilantik Hari Ini

Sempat Molor 2 Bulan, 12 Pejabat Pemkot Bontang Resmi Dilantik Hari Ini

1 Juli 2026 | 12:23
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11

Terbaru

Demi Markas Borneo FC Samarinda Lolos AFC, Lampu Stadion Palaran Resmi Mengungsi

Demi Markas Borneo FC Samarinda Lolos AFC, Lampu Stadion Palaran Resmi Mengungsi

5 Juli 2026 | 20:52
7 Hari 7 Malam Jaga Tradisi, Ritual Belian Semegah di Kutim Menuju Warisan Budaya Indonesia

7 Hari 7 Malam Jaga Tradisi, Ritual Belian Semegah di Kutim Menuju Warisan Budaya Indonesia

5 Juli 2026 | 20:28
Dua Kebijakan Pusat Ini Bikin Ekonomi Kutim Babak Belur, Akademisi Kaltim Ingatkan Ancamannya

Dua Kebijakan Pusat Ini Bikin Ekonomi Kutim Babak Belur, Akademisi Kaltim Ingatkan Ancamannya

5 Juli 2026 | 20:10
Pengeroyokan Penumpang Kapal Feri Balikpapan Viral, Dipicu Parkir Mobil

Pengeroyokan Penumpang Kapal Feri Balikpapan Viral, Dipicu Parkir Mobil

5 Juli 2026 | 18:59
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved