SEBUAH video yang merekam aksi pengeroyokan terhadap seorang penumpang kapal feri di Pelabuhan Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), mendadak viral di media sosial. Korban menjadi sasaran amuk sejumlah kru kapal di tengah riuhnya proses pemuatan kendaraan.
Insiden ini terjadi di atas kapal feri rute Balikpapan menuju Penajam Paser Utara (PPU). Peristiwa yang menghebohkan pengguna jasa penyeberangan tersebut berlangsung pada Jumat (3/7/2026) malam, saat kapal masih bersandar di dermaga.
Koordinator Satuan Pelayanan (Koorsatpel) Pelabuhan Kariangau Balikpapan, Karolus Makin, bergerak cepat mengklarifikasi kejadian ini. Karolus menyebutkan, keributan hebat itu sebenarnya dipicu oleh urusan sepele, yaitu pengaturan posisi parkir mobil di dalam dek kapal.
Kru kapal malam itu sedang bekerja keras mengatur posisi kendaraan. Langkah ini wajib dilakukan demi menjaga keseimbangan dan stabilitas kapal feri selama pelayaran nanti.
“Kru kapal itu sedang mengatur kendaraan di atas kapal. Orang kapal yang tahu secara teknis, stabilitas kapal harus diatur,” ujar Karolus saat memberikan keterangan, Minggu (5/7/2026).
Petugas di lapangan bekerja berdasarkan petunjuk klinometer, alat pemantau kemiringan kapal yang dipantau langsung oleh nakhoda. Sayangnya, instruksi petugas justru direspons negatif oleh salah satu pengguna jasa.
Pemilik mobil merasa kesal karena diminta bermanuver berkali-kali untuk mendapatkan posisi yang pas. Ketegangan pun mulai terbangun di area dek kendaraan yang pengap.
“Nah, yang punya mobil ini disuruh maju, mundur, maju lagi, terus ke kiri, habis itu diluruskan. Dia enggak senang,” lanjut Karolus menceritakan awal mula ketegangan.
Adu mulut pun pecah. Emosi yang tak terkontrol membuat penumpang dan petugas pelayaran saling lempar sindiran.
Petugas sempat menegaskan kewenangan mereka demi keselamatan pelayaran. Namun, teguran itu justru membuat sang penumpang naik pitam dan nekat melakukan kontak fisik pertama.
“Petugas kapal bilang, ‘Kalau Bapak enggak ikut aturan, ya Bapak yang ngatur atau kami yang ngatur di sini?’ Orang itu enggak terima. Langsung menendang petugas kapal,” ungkap Karolus.
Melihat rekannya ditendang, situasi langsung lepas kendali. Kru darat dan petugas penarik tiket yang berada di lokasi spontan turun ke dek kendaraan. Pengeroyokan terhadap penumpang tersebut tidak terhindarkan lagi.
Keributan yang berlangsung sekitar 20 menit itu akhirnya berhasil dilerai setelah petugas pelabuhan dan personel pos polisi setempat merangsek masuk ke tengah massa. Karolus juga membantah rumor yang menyebut kru kapal dalam kondisi mabuk saat bertugas.
Meski sempat mencekam dan menunda kenyamanan penerbangan komuter malam itu, kasus ini dipastikan tidak berbuntut panjang ke ranah hukum. Kedua belah pihak memilih jalan damai.
“Pihak KP3 bilang mereka sudah urus dan sudah damai. Jadi kami anggap masalah ini sudah selesai,” tukas Karolus. (*)















