INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai kisaran 83, menempatkannya dalam kategori tinggi. Capaian ini tidak lepas dari kontribusi sektor pendidikan yang terus diperkuat melalui berbagai program Pemkot Bontang.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di halaman Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Sabtu (2/5/2026) pagi.
Menurut Neni, peningkatan kualitas pendidikan menjadi fokus utama, sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong digitalisasi dan penguatan kompetensi guru.
“Pelatihan guru, termasuk di bidang coding dan AI, menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah mempertahankan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program strategis.
Program tersebut meliputi pemberian beasiswa mahasiswa, bantuan perlengkapan sekolah gratis, hingga pengadaan laptop untuk guru.
Upaya ini dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bontang, yang tercermin dalam capaian IPM.
Meski demikian, dia mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait perubahan teknologi dan isu sosial di kalangan pelajar.
Karena itu, pendekatan pendidikan tidak hanya difokuskan pada aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter siswa melalui berbagai program pembinaan.
Ke depan, Pemkot Bontang menargetkan sektor pendidikan tetap menjadi pilar utama dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pembangunan manusia di daerah. [RE/DIAS]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















