Bontang, PRANALA.CO — Suasana ceria dan penuh imajinasi mewarnai ruang baca Gedung Perpustakaan Daerah Bontang, Sabtu (3/5/2025) siang. Puluhan anak duduk rapi, matanya berbinar mendengarkan kisah yang dibacakan nyaring.
Kegiatan bertajuk Read Aloud and Bookish Play itu menjadi cara segar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang dan Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Barakatul Ummah (LAZ BMBU) merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.
Tak sekadar memperingati, acara ini menjadi gerakan nyata menumbuhkan kecintaan baca pada generasi muda. Duta Baca Bontang, Andi Nurlaila, tampil memandu jalannya Read Aloud—membaca cerita secara nyaring. Suaranya yang penuh ekspresi berhasil mengajak anak-anak larut dalam kisah yang disampaikan.
Sesi dilanjutkan dengan Bookish Play, kegiatan kreatif membuat pohon dari kertas warna-warni. Tangan-tangan kecil itu bekerja lincah, menggunting dan menempel, sambil membangun imajinasi mereka sendiri. Keterampilan motorik terasah, sekaligus rasa senang tumbuh tanpa paksaan.
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, menyebut kegiatan ini sebagai salah satu strategi memperkuat budaya literasi di Kota Taman—sebutan Bontang. Ia menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi apik dengan LAZ BMBU dan peran aktif Duta Baca dalam merancang kegiatan yang ramah anak.
“Semangat literasi harus terus tumbuh. Terima kasih kepada orang tua yang sudah mendampingi anak-anak hari ini. Semoga perpustakaan semakin menjadi ruang belajar sekaligus berekreasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Retno menambahkan, selama tiga tahun terakhir, Bontang konsisten berada di peringkat tertinggi Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kalimantan Timur. Capaian ini jadi pemacu untuk terus menghadirkan program literasi inovatif.
Melalui kegiatan seperti ini, perpustakaan tidak lagi sekadar tempat buku bertumpuk. Ia menjelma ruang yang hangat, menyenangkan, dan menghidupkan imajinasi anak-anak Bontang.
“Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga bagaimana anak-anak bisa berkreasi dan mengekspresikan ide mereka. Ini yang terus kami dorong,” tambah Retno.
Acara yang penuh tawa itu ditutup dengan foto bersama dan penyerahan bingkisan buku bacaan bagi peserta. Sebuah pengingat bahwa setiap halaman buku bisa membuka dunia baru bagi anak-anak. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















