Samarinda, PRANALA.CO — Suasana antrean truk pemuat pupuk di Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran, Samarinda, Kaltim, Kamis (8/5/2025) malam, mendadak mencekam.
Seorang sopir truk nyaris menjadi korban amukan pria berparang setelah cekcok soal aturan mampir di warung. Beruntung, nyawa korban selamat setelah berlari dan melapor ke polisi.
Pelaku berinisial LR (37), berhasil diamankan Polsek Palaran Polresta Samarinda Polda Kaltim. Ia diduga kuat melakukan pengancaman menggunakan sebilah parang Mandau — senjata tradisional khas Kalimantan — saat percekcokan dengan korban.
Kapolsek Palaran, AKP Iswanto, membenarkan penangkapan tersebut. “Betul, pelaku sudah kami amankan berdasarkan laporan masyarakat yang merasa terancam nyawanya,” ujar Kapolsek mengutip keterangannya, Senin (12/5/2025).
Kronologi bermula ketika korban dan pelaku sama-sama menunggu giliran memuat pupuk di sebuah perusahaan di Bantuas. Dalam obrolan singkat di grup WhatsApp para sopir, mereka membahas hilangnya 13 sak pupuk milik perusahaan. Salah satu anggota grup meminta agar para sopir tidak mampir ke warung selama perjalanan agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Ternyata, permintaan itu menyulut amarah LR. Ia merasa warung miliknya yang dimaksud. Tak terima, LR mendatangi korban dan adu mulut pun pecah. “Pelaku sempat hendak memukul korban, tapi dicegah sopir lain. Namun tak berhenti di situ, pelaku lari ke mobilnya, mengambil parang Mandau, dan mengejar korban,” terang Kapolsek Iswanto.
Korban yang ketakutan memilih kabur dan langsung melapor ke Polsek Palaran. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas bergerak cepat dan mengamankan pelaku beserta barang bukti.
“Pelaku sudah mengakui perbuatannya. Ia memang berniat melukai korban dengan parang,” tambah Kapolsek.
Atas aksinya, LR kini mendekam di Polsek Palaran. Ia dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami









![Balikpapan, PRANALA.CO — Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) diminta bersiap menghadapi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang masih membayangi hampir seluruh wilayah Kaltim. Musim peralihan dari penghujan ke kemarau yang berlangsung sepanjang Mei 2025 menjadi pemicunya. Kondisi atmosfer yang labil dan masih tingginya kandungan uap air membuat potensi cuaca buruk meningkat. “Hari ini hingga dua hari ke depan, seluruh wilayah Kaltim berpeluang mengalami hujan sedang hingga lebat,” ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) Balikpapan, Diyan Novrida, Senin (12/5/2025). Menurut Diyan, dampak cuaca ekstrem ini sudah mulai terasa. Beberapa daerah dilaporkan mengalami banjir dan tanah longsor. Karena itu, BMKG mengimbau warga tetap waspada, terutama di wilayah yang rawan bencana. Berdasarkan Peta Prakiraan Peluang Hujan Dasarian II Mei 2025, sebagian besar wilayah Kaltim diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah (50–150 mm) dengan peluang sangat tinggi, yakni 80–90 persen. Meski begitu, ada wilayah yang berpotensi hujan lebih ringan. “Sebagian selatan Kota Samarinda, misalnya, berpotensi mengalami hujan kategori rendah (0–50 mm) dengan peluang 60 persen,” jelas Diyan. Dari prakiraan deterministik BMKG, sifat hujan di wilayah timur Kaltim diprediksi berada pada kategori normal (85–115 persen). Sementara di wilayah barat, curah hujan cenderung lebih tinggi atau masuk kategori atas normal (116–150 persen). Namun ada juga wilayah yang berpotensi curah hujan di bawah normal (50–84 persen), seperti Balikpapan, Samboja, Muara Jawa, Bontang, dan sebagian selatan Samarinda. “Kami minta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan tidak mengabaikan peringatan dini dari BMKG,” tegas Diyan. Masyarakat disarankan lebih berhati-hati saat beraktivitas, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, atau angin kencang. [DIAS]](https://pranala.co/wp-content/uploads/2025/05/Hujan-Lebat-dan-Petir-Ancam-Kaltim-3-Hari-ke-Depan-1-75x75.jpg)










Comments 3