KASUS bunuh diri di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), tercatat sebanyak delapan kejadian sepanjang Januari hingga April 2026. Angka ini menjadi perhatian aparat kepolisian karena sudah mendekati setengah dari total kasus sepanjang tahun sebelumnya.
Kasatreskrim Polresta Balikpapan, AKP Agus Fitriadi, mengatakan pihaknya mencatat tren peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2025. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, terdapat 15 kasus bunuh diri di wilayah tersebut.
“Untuk tahun 2026 dari Januari sampai dengan April sudah mencapai 8 kasus. Itu sudah hampir 50 persen, padahal baru empat bulan berjalan,” ujar Agus, Selasa (28/4/2026).
Menurut dia, hasil penelusuran menunjukkan berbagai latar belakang yang memicu tindakan tersebut. Namun, sebagian besar kasus berkaitan dengan kondisi kesehatan, terutama penyakit kronis yang tidak kunjung sembuh dan berujung pada tekanan psikologis.
“Kalau kita lihat dari pemicunya, lebih kepada penyakit kronis. Korban diduga mengalami depresi karena sakit yang tidak kunjung sembuh,” jelasnya.
Ia menambahkan, mayoritas korban berada pada rentang usia di atas 30 tahun, dengan dominasi usia 40 tahun ke atas. Para korban juga berasal dari latar belakang yang beragam, baik yang sudah berkeluarga maupun yang tinggal sendiri, serta terdiri dari warga lokal maupun pendatang.
“Sebagian ada dari Balikpapan dan ada juga dari luar,” katanya.
Melihat tren tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota dengan penyakit kronis, untuk meningkatkan perhatian dan pendampingan. Dukungan keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi mental penderita.
Agus juga mendorong masyarakat untuk tidak mengabaikan tanda-tanda depresi atau tekanan psikologis pada orang di sekitar. Ia menyarankan agar segera mencari bantuan profesional atau berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk dinas sosial, guna mencegah kejadian serupa.
Hingga saat ini, kepolisian terus melakukan pemantauan dan pendalaman terhadap setiap kasus, sekaligus meningkatkan upaya pencegahan melalui imbauan kepada masyarakat. [SR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami













