• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 6, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Dari Semua Partai di Indonesia, Pakar Beber Alasan PDIP Sering Dikaitkan Sama PKI

Suriadi Said by Suriadi Said
26 Juni 2020 | 16:42
Reading Time: 4 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Bendera PDIP dibakar dalam protes massa menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) pekan ini. Kata arsiparis sejarah, tudingan ini trik politik jadul tapi efektif menarik atensi ceruk massa tertentu.

KEBANGKITAN komunis menjadi topik andalan sejumlah organisasi masyarakat untuk tetap relevan. Rabu (24/6) kemarin, Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak NKRI) menginisiasi demonstrasi menentang RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan gedung MPR/DPR.

Anak NKRI terdiri dari perwakilan ormas yang mengklaim konsisten mencegah Komunisme menguasai Indonesia, yakni Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni (PA) 212, dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

PILIHAN REDAKSI

Pengganti Maming di DPRD Bontang Tunggu SK DPP PDIP DPRD Bontang Apresiasi Pinjaman Bunga 0 Persen, Winardi: Syarat Harus Disederhanakan

Pengganti Maming di DPRD Bontang Tunggu SK DPP PDIP

28 April 2026 | 20:09
Faizal Rachman Terpilih Pimpin PDI-P Kutim, Fokus Merapikan Struktur hingga Akar Rumput

Faizal Rachman Terpilih Pimpin PDI-P Kutim, Fokus Merapikan Struktur hingga Akar Rumput

8 Desember 2025 | 21:03

Demonstrasi menolak RUU HIP itu lantas diwarnai drama, karena berujung pada tuduhan komunis bangkit lagi. Selain membakar bendera palu arit yang sulit diketahui demonstran mendapatkannya dari mana, massa juga terekam membakar bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sambil berteriak, “Bakar, bakar, bakar PKI, bakar PKI sekarang juga.”

https://twitter.com/AriestaRiico_/status/1276021256265928705?s=20

Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin membenarkan pembakaran bendera PDIP. Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk kemarahan demonstran terhadap PDIP yang mereka sebut jadi insiator RUU HIP. Namun, ia membantah kalau yang membakar bendera adalah anggota PA 212.

“Saya melihat dari video yang tersebar, umat Islam sudah marah kepada PDIP berkaitan yang diduga kuat PDIP yang menginisiasi RUU HIP. Jangankan mereka bakar bendera, yang kami minta tangkap yang menginisiasi RUU HIP dan bubarkan PDIP yang telah melanggar konstitusi negara Indonesia,” kata Novel kepada Tempo.

Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif lantas menyebut seharusnya PDIP-lah, sebagai inisiator RUU HIP, yang meminta maaf karena membuat masyarakat marah karena menginisiasi beleid tersebut. Muatan komunis dalam RUU HIP sendiri lebih banyak muncul dari pihak yang kontra. Misalnya Fraksi PKS dan Majelis Ulama Indonesia.

Beleid ini mulai jadi perhatian karena beberapa pihak menganggap RUU HIP sebagai upaya mengubah ideologi Pancasila. Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas merasa penyederhanaan Pancasila ke dalam konsep Trisila dan Ekasila (yang tercantum dalam RUU) merupakan bentuk pengkhianatan terhadap negara. Apalagi kemudian ditemukan, konsep Trisila dan Ekasila juga tercantum dalam visi-misi PDIP. Belakangan Hasto menyatakan PDIP sepakat poin Trisila dan Ekasila dihapuskan dari RUU HIP.

Pemicu lain demonstrasi dan penolakan besar-besaran atas RUU HIP adalah tidak dimuatnya kandungan TAP MPRS No. XXV/MPRS/1996 yang mengatur larangan ajaran Komunisme/Marxisme dalam RUU HIP. Dari sini, isu kebangkitan komunis mengudara. Ujung-ujungnya, pemerintah memutuskan menunda pembahasan RUU ini lebih jauh.

Tidak ingin dihina simbol banteng bermoncong putihnya, Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Hasto Kristiyanto akan memperpanjang masalah pembakaran bendera ini dengan menempuh jalur hukum.

“Meskipun ada pihak yang sengaja memancing di air keruh, termasuk aksi provokasi dengan membakar bendera partai, kami percaya rakyat tidak akan mudah terprovokasi. Jalan hukum inilah yang dilakukan PDI pada tahun 1996, ketika pemerintah yang otoriter mematikan demokrasi,” ujar Hasto dilansir Tirto.

Terkait RUU HIP, Hasto minta masyarakat percaya bahwa partainya selalu mendengarkan aspirasi dan mengedepankan dialog. RUU HIP, menurutnya, selalu terbuka terhadap koreksi dan perubahan agar sesuai kemauan masyarakat. Namun, musyawarah adalah caranya, bukan bakar-bakar bendera.

Geliat bermusyawarah untuk mufakat ala Hasto tak diterima dengan baik oleh kadernya sendiri. DPC PDIP Jakarta Timur malah melakukan long march menuju Polres Jakarta Timur sebagai bentuk protes pembakaran bendera PDIP.

“Aksi pembakaran bendera partai itu adalah aksi yang sangat tidak layak. Sehingga, kita meminta kepada Kapolres aspirasi kita ini untuk diteruskan ke Pak Kapolda supaya kemudian pelaku dan antek-anteknya ditangkap karena itu perbuatan tidak senonoh,” ujar Korlap Aksi DPC PDIP Jaktim Pilian kepada Detik.

RUU HIP sendiri awalnya dibahas secepat kilat. Pada Desember 2019 DPR baru mengusulkan pembahasan. Menurut Ketua Badan Legislasi (Baleg) Supratman Andi Agtas, inisiatornya emang PDIP. Tapi, anggota Baleg asal PDIP Arteria Dahlan membantahnya. Tirto mencatat rapat pertama pembahasan RUU HIP baru dilakukan 11-12 Februari 2020. RUU ini juga masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020.

Apakah kaitan PDIP dan PKI memang murni aksi politis buat-buatan lawan politik PDIP untuk mendiskreditkan partai ini? VICE bertanya kepada pengarsip sejarah Muhidin M. Dahlan untuk mendapatkan jawabannya. Menurut Muhidin, yang mengumpulkan kronik pemberitaan politik era pra kemerdekaan hingga kontemporer di Yayasan Indonesia Buku, unsur politik dari tuduhan pada PDIP tersebut kental sekali.

Muhidin menjelaskan, cap PKI telah lama disematkan kepada pemimpin (saat itu masih) PDI, Megawati Soekarnoputri, sejak ia mulai mendominasi partai banteng ini pada 1993. Di masa itu, Mega adalah tokoh sekaligus simbol politik paling kuat bagi kelompok penentang rezim Orde Baru. Peralihan panjang kepemimpinan PDI dari ketua lama yang dianggap boneka pemerintah ke Megawati terus coba dijegal, seperti lewat Kongres Luar Biasa Medan 1996, dan mencapai kulminasinya di peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996.

“Bisa dibayangkan, di tahun pertama kepemimpinan Megawati pada Desember 1993, tuduhan dari musuh politiknya memelihara 300 kader yang terlibat G30S/PKI secara tak langsung. Tuduhan itu ‘dilegitimasi’ ABRI. PKI emang jimat setan yang selalu ditempelkan di jidat Bu Mega,” ujar Muhidin kepada VICE.

Tudingan ini, tambah Muhidin, tadinya dimulai dari konflik internal yang berkepanjangan antara pengurus PDI dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Namun, melihat sudah terlampau seringnya PDIP dituduh komunis, Muhidin menilai harusnya PDIP sans aja gitu.

“Mestinya, Bu Mega sudah kebal dengan lagu lama. Isu ini isu lama di mana PDIP mestinya sudah tahu bagaimana meredamnya. Salah satu [cara menghadapinya] dengan beramal baik kepada para wong cilik.”

Bukan sekali ini saja PDIP kerap dikaitkan dengan PKI dan Komunisme. Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Kivlan Zen pernah mengatakan PDIP banyak menampung pihak yang terkait dengan PKI. Kivlan menyebut nama Eva Kusuma Sundari, Rieke Dyah Pitaloka, dan Budiman Sudjatmiko sebagai contoh.

Bahkan, Kivlan menyebut PDIP mengirimkan kadernya menemui Partai Komunis Tiongkok untuk belajar ilmu politik dan pemerintahan. Untuk tudingan yang terakhir ini, Hasto mengatakan pengiriman kader itu dilakukan untuk studi banding.

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menganggap tuduhan komunis pada PDIP sebagai intrik politik. Ia menyebut tudingan ini selalu datang menjelang pemilu. (*)

Tags: Partai Komunis IndonesiaPDI PerjuanganRUU HIP
Previous Post

Simak Aturan Resmi Pelaksanaan Kurban di Masa Pandemi Covid-19 dari Kementan

Next Post

Maret sampai Mei, Limbah Sisa Penanganan Covid-19 Kaltim Tembus 33 Ton Lebih

BACA JUGA

Resmi! Perpres Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Jadi Ancaman Nonmiliter

Resmi! Perpres Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Jadi Ancaman Nonmiliter

5 Juli 2026 | 23:10
Basuki Hadimuljono Minta Anggaran IKN 2027 Naik Jadi Rp15 Triliun

Basuki Hadimuljono Minta Anggaran IKN 2027 Naik Jadi Rp15 Triliun

5 Juli 2026 | 22:01
Pengeroyokan Penumpang Kapal Feri Balikpapan Viral, Dipicu Parkir Mobil

Pengeroyokan Penumpang Kapal Feri Balikpapan Viral, Dipicu Parkir Mobil

5 Juli 2026 | 18:59
Wali Kota Bima Lantik Istri dan Keluarga jadi Pejabat, Pemkot: Ini Meritokrasi!

Wali Kota Bima Lantik Istri dan Keluarga jadi Pejabat, Pemkot: Ini Meritokrasi!

5 Juli 2026 | 18:00
Mahasiswa Asal Berau Ditemukan Tewas di Kamar Indekos Air Hitam Samarinda

Mahasiswa Asal Berau Ditemukan Tewas di Kamar Indekos Air Hitam Samarinda

5 Juli 2026 | 17:46
Maling Bobol Indomaret Lamaru Balikpapan, Rusak Dinding untuk Kuras Isi Toko

Maling Bobol Indomaret Lamaru Balikpapan, Rusak Dinding untuk Kuras Isi Toko

5 Juli 2026 | 17:21
Next Post

Maret sampai Mei, Limbah Sisa Penanganan Covid-19 Kaltim Tembus 33 Ton Lebih

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Satpol PP Tegur Indomaret di Jalan MH Thamrin Bontang, Trotoar Dirombak Tak Sesuai Aturan

Satpol PP Tegur Indomaret di Jalan MH Thamrin Bontang, Trotoar Dirombak Tak Sesuai Aturan

2 Juli 2026 | 19:03
Sempat Molor 2 Bulan, 12 Pejabat Pemkot Bontang Resmi Dilantik Hari Ini

Sempat Molor 2 Bulan, 12 Pejabat Pemkot Bontang Resmi Dilantik Hari Ini

1 Juli 2026 | 12:23
Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Harga Tiket Pesawat Samarinda Masih Mahal, Padahal Avtur Sudah Turun 10 Persen Tiket Pesawat dari Samarinda Naik, Ada yang Capai Rp4,8 Juta Tarif Pesawat dari Samarinda Naik, Ada yang Capai Rp4,8 Juta Dijadwalkan Februari 2026, Bandara APT Pranoto Samarinda Siap Buka Rute Internasional

Harga Tiket Pesawat Samarinda Masih Mahal, Padahal Avtur Sudah Turun 10 Persen

3 Juli 2026 | 19:20
APBD Kutim 2026 Mandek, Dewan Meradang TAPD Tiga Kali Mangkir Rapat

APBD Kutim 2026 Mandek, Dewan Meradang TAPD Tiga Kali Mangkir Rapat

3 Juli 2026 | 16:43

Terbaru

Resmi! Perpres Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Jadi Ancaman Nonmiliter

Resmi! Perpres Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Jadi Ancaman Nonmiliter

5 Juli 2026 | 23:10
Basuki Hadimuljono Minta Anggaran IKN 2027 Naik Jadi Rp15 Triliun

Basuki Hadimuljono Minta Anggaran IKN 2027 Naik Jadi Rp15 Triliun

5 Juli 2026 | 22:01
Qori Muda Kaltim, Muhammad Murjani Alawi Juara 1 MTQ Internasional Malaysia, Raih 94 Poin

Qori Muda Kaltim, Muhammad Murjani Alawi Juara 1 MTQ Internasional Malaysia, Raih 94 Poin

5 Juli 2026 | 21:48
Demi Markas Borneo FC Samarinda Lolos AFC, Lampu Stadion Palaran Resmi Mengungsi

Demi Markas Borneo FC Samarinda Lolos AFC, Lampu Stadion Palaran Resmi Mengungsi

5 Juli 2026 | 20:52
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved