DINAS Komunikasi dan Informatika alias Diskominfo Bontang memperkuat layanan Call Center 112 sebagai pintu pertama penanganan kondisi darurat warga. Penguatan dibahas dalam rapat lintas instansi di Ruang Rapat DPMPTSP, belum lama ini.
Kepala Diskominfo Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, menegaskan layanan 112 harus menjadi respons tercepat saat warga menghadapi kebakaran, kecelakaan, maupun kondisi medis darurat.
“Dalam situasi genting, warga butuh bantuan segera. Layanan 112 harus sigap, bukan menambah kepanikan,” tegas Andi.
Saat ini layanan 112 beroperasi 24 jam dengan tiga shift. Namun, tiap shift hanya diisi satu petugas call taker, dengan total empat personel aktif. Skema ini dinilai belum ideal menghadapi potensi lonjakan laporan yang datang bersamaan.
Diskominfo mendorong penguatan lintas perangkat daerah untuk menambah personel, sekaligus meningkatkan kapasitas melalui pelatihan khusus dan sistem kerja terintegrasi.
“Penguatan kami dorong dari sisi SDM, pelatihan, hingga integrasi sistem agar respons tetap cepat dan akurat,” beber Andi.
Petugas 112 tidak hanya dituntut cepat merespons panggilan. Mereka harus mampu menggali informasi krusial dalam waktu singkat, menenangkan pelapor, dan memastikan bantuan dikirim sesuai kebutuhan.
Andi menegaskan, kemampuan komunikasi dan ketenangan menjadi faktor vital karena setiap laporan berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa.
“Petugas harus sigap, tenang, dan tepat mengambil informasi. Ini menyangkut nyawa,” ujarnya.
Pemkot mengingatkan layanan 112 bersifat gratis dan khusus untuk kondisi darurat. Penyalahgunaan seperti panggilan iseng atau laporan tidak mendesak berpotensi menghambat penanganan kasus serius.
Edukasi kepada masyarakat terus digencarkan agar layanan ini digunakan secara bertanggung jawab.
Dengan penguatan sistem, penambahan kapasitas SDM, dan koordinasi lintas instansi, Pemkot Bontang menargetkan layanan 112 semakin andal dan responsif.
Layanan ini diharapkan tidak sekadar menjadi nomor darurat, tetapi juga jaminan rasa aman bagi warga di tengah situasi tak terduga. [ADS/FR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















