Pranala.co, YOGYAKARTA — Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, yang digelar di Hotel Grand Mercure, Yogyakarta, Sabtu (13/5/2025).
Acara ini menjadi momentum penting bagi para legislator Kaltim untuk memperkuat pemahaman soal Good Governance, meningkatkan kemitraan dengan eksekutif, serta menyusun strategi pembangunan daerah yang transparan dan akuntabel.
Acara dibuka dengan gaya khas Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, yang mewakili Ketua DPRD Kaltim. Ia melontarkan pantun hangat yang langsung mencairkan suasana sebelum masuk ke pembahasan serius.
Dalam sambutannya, Ekti menekankan bahwa kolaborasi antara DPRD dan pemerintah provinsi harus terus diperkuat.Anggota
“Sinergi ini sangat krusial. Tanpa kemitraan yang baik, kebijakan daerah sulit berjalan maksimal. Kami ingin pembangunan di Kaltim benar-benar berpihak kepada rakyat,” tegas Ekti.
Salah satu bahasan utama dalam Bimtek kali ini adalah penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Fernando H. Siagian, Kasubdit Perencanaan Anggaran Daerah Wilayah I, Kemendagri, menjadi pemateri utama. Ia menegaskan bahwa RPJMD bukan sekadar dokumen formal, tetapi peta jalan strategis yang menentukan arah pembangunan lima tahun ke depan.
“RPJMD harus berbasis data dan evaluasi dari periode sebelumnya. Sinkronisasi dengan RPJPD, RPJPN, dan RPJMN sangat penting agar arah kebijakan daerah selaras dengan kebijakan nasional,” paparnya.
Fernando juga mengingatkan DPRD agar tidak hanya fokus pada pembangunan fisik.
“Pengawasan DPRD sangat dibutuhkan agar anggaran difokuskan untuk kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Transparansi dan efisiensi harus jadi prioritas,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Dalam Negeri, akademisi Universitas Respati Yogyakarta, serta pejabat struktural DPRD Kaltim. Mereka sepakat untuk mendorong optimalisasi peran DPRD dalam menyusun RPJMD dan Renstra Perangkat Daerah.
Sesi diskusi berjalan dinamis. Para peserta diberi ruang untuk bertanya, berdiskusi, dan membahas tantangan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang efektif dan berpihak pada rakyat.
Melalui Bimtek ini, DPRD Kaltim diharapkan lebih siap menjalankan fungsinya dalam menyusun kebijakan, mengawasi anggaran, serta memastikan setiap rupiah anggaran daerah memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa wujudkan pemerintahan yang terbuka, akuntabel, dan profesional,” tutup Ekti Imanuel.
[ADS/RIL]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














