SAMARINDA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Samarinda, Kalimantan Timur dalam hitungan jam, membuat Kecamatan Samarinda Utara, Minggu 7 Juli 2024 siang banjir parah.
Aktivitas warga lumpuh. Air deras setinggi 50 sentimeter disertai lumpur dan pasir dari tambang batu bara yang berada tak jauh dari permukiman warga.
Rusman, warga Gang Ulin, Kelurahan Sungai Siring, Samarinda mengaku kesal. Dia berujar bencana banjir ini adalah terparah dalam kurun waktu singkat, menjadikannya yang keempat kali terjadi.
Air banjir kali ini mencapai ketinggian 50 centimeter, disertai lumpur dan pasir dari tambang batubara yang berada tak jauh dari permukiman warga.
“Banjir kali ini paling parah dibandingkan dengan banjir-banjir sebelumnya. Ketinggian air mencapai 50 centimeter, membawa pasir dan lumpur yang mengotori rumah warga,” ujar Rusman.
Akibat banjir ini, dia bersama warga lainnya tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Akses keluar rumah pun lumpuh total. Warga masih khawatir banjir akan bertahan lama, terutama karena belum ada bendungan dari arah tambang menuju permukiman.
“Limpahan air dan lumpur masih akan terjadi apabila hujan kembali turun,” tambah Rusman.
Situasi ini menambah kekhawatiran warga akan kondisi cuaca yang tidak menentu dan kurangnya infrastruktur pencegahan banjir. Masyarakat berharap adanya tindakan cepat dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini, terutama dalam membangun bendungan dan memperbaiki sistem drainase agar kejadian serupa tidak terulang. (*)
*) Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















Comments 1