PEMBANGUNAN jaringan piping di kawasan lapangan dan tribun kini menjadi perhatian DPRD Pangkep. Bukan karena proyek itu dianggap tidak penting, melainkan karena ada puluhan proyek infrastruktur lain yang telah lebih dulu masuk dalam daftar prioritas pemerintah daerah.
Sekretaris Komisi II DPRD Pangkep, Syamsinar, mengingatkan agar proyek bernilai Rp1,5 miliar yang sedang berjalan tidak menimbulkan hambatan bagi 12 proyek prioritas yang telah direncanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pangkep.
Menurutnya, setiap pembangunan harus dirancang secara menyeluruh dan terintegrasi. Tanpa sinkronisasi yang baik, proyek yang bertujuan memberikan manfaat justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di lapangan.
“Semoga dengan dibangunnya piping yang ada di lapangan dan tribun ini tidak mengganggu proyek-proyek yang ada di jalanan yang akan dikerjakan ke depannya. Karena ini sudah diprioritaskan sebelumnya,” kata Syamsinar kepada Pranala.co, Ahad (14/6/2026).
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Puluhan titik pembangunan yang telah masuk agenda PUPR membutuhkan kepastian agar pelaksanaannya berjalan lancar sesuai perencanaan.
Syamsinar menilai koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Ia tidak ingin proyek yang sedang berjalan saat ini justru memicu pekerjaan ulang pada proyek lain yang telah disusun lebih dulu.
Jika tidak disinkronkan sejak awal, menurutnya, potensi kendala teknis bisa muncul. Mulai dari pembongkaran kembali fasilitas yang sudah dibangun hingga risiko pembengkakan biaya pembangunan.
“Kita lihat saja nanti apakah pembangunan ini berpengaruh terhadap proyek yang 12 titik itu yang sudah direncanakan oleh PUPR,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa proyek-proyek yang telah masuk daftar prioritas bukan sekadar pekerjaan fisik biasa. Banyak di antaranya berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan peningkatan kualitas infrastruktur daerah.
Sebagai lembaga pengawas, DPRD Pangkep memastikan akan terus memantau perkembangan pembangunan jaringan piping tersebut. Pengawasan dilakukan agar seluruh program pembangunan daerah dapat berjalan sesuai tujuan tanpa saling bertabrakan.
Syamsinar berharap seluruh pihak yang terlibat dapat membangun komunikasi dan koordinasi yang kuat sejak tahap pelaksanaan.
“Yang terpenting adalah sinkronisasi. Semua pembangunan harus saling mendukung, bukan saling menghambat,” tegasnya. [IR]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















