Pranala.co, BONTANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang segera berjalan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 6 tengah mematangkan persiapan jelang operasional dapur layanan.
Fokus utama saat ini adalah kesiapan sumber daya manusia. Para relawan dapur masih menjalani masa adaptasi agar mampu bekerja secara terkoordinasi dan efisien.
Kepala SPPG Bontang Selatan 6, David Diva Wijaya, mengatakan tahap awal menjadi masa krusial. Sebab, dapur harus mampu menyiapkan ratusan porsi makanan setiap hari dengan standar gizi dan kebersihan yang ketat.
“Menyiapkan 901 porsi setiap hari bukan pekerjaan ringan. Relawan harus solid. Kalau sudah terbiasa, kapasitas produksi bisa kami tingkatkan,” ujar David, Senin (5/1/2026), usai peresmian dapur MBG.
Secara nasional, Badan Gizi Nasional menargetkan seluruh dapur MBG mulai beroperasi serentak pada 8 Januari 2026. Namun, khusus SPPG Bontang Selatan 6, operasional masih menunggu rampungnya administrasi kesehatan.
Administrasi tersebut meliputi sertifikat pelatihan penjamah makanan dan hasil pemeriksaan kesehatan atau medical check up (MCU) para relawan dari Dinas Kesehatan Bontang.
“Kalau sertifikat sudah keluar, target kami minggu kedua atau ketiga Januari dapur sudah mulai beroperasi,” jelas David.
Pada tahap awal, layanan MBG akan difokuskan ke wilayah pesisir. Penerima manfaat meliputi siswa SD Negeri 003 dan SD Negeri 010 Berbas Pantai, serta Posyandu Cemerlang.
Total ada 901 penerima manfaat. Mereka terdiri dari anak sekolah dan masyarakat yang membutuhkan tambahan asupan gizi.
SPPG Bontang Selatan 6 juga telah menyiapkan rencana pengembangan layanan. Jika pada periode berikutnya relawan dinilai siap dan kapasitas dapur meningkat, jangkauan penerima MBG akan diperluas.
Sekolah yang masuk tahap pengembangan antara lain SD Negeri 005 Berbas Pantai, TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA 7), serta Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah DDI Bontang.
“Kalau relawan sudah siap menaikkan jumlah porsi, jangkauan layanan akan kami tambah,” kata David.
Ia menegaskan, penentuan penerima manfaat dilakukan secara terukur dan berbasis data. Sekolah-sekolah dipilih yang lokasinya dekat dengan dapur SPPG. Tujuannya, agar distribusi makanan tetap higienis, aman, dan tepat waktu.
“Data kami dapat dari kecamatan dan Kelurahan Berbas Pantai. Prinsipnya yang dekat dulu supaya kualitas makanan tetap terjaga,” ujarnya.
Melalui Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Bontang Selatan 6 diharapkan mampu meningkatkan pemenuhan gizi anak sejak usia dini. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting dan investasi jangka panjang kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















