Pranala.co, BONTANG – Kabar besar datang dari Kota Bontang. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bersiap membangun pabrik Soda Ash dan Ammonium Chloride pertama di Indonesia. Nilainya fantastis: Rp5 triliun.
Proyek ini bukan sekadar pembangunan pabrik kimia. Ia membawa misi besar — mengurangi impor, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat industri nasional.
Direktur Utama PKT Gusrizal menyebut proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan industri kimia tanah air.
“Total investasi mencapai Rp5 triliun. Proyek ini akan memperkuat hilirisasi industri amoniak dan mendukung pengurangan emisi karbon di Indonesia,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).
Pembangunan dimulai Juni 2025 dan ditargetkan rampung pada Maret 2028. Pekerjaan dibagi dalam dua tahap: EPC A selama 33 bulan dan EPC B selama 32 bulan. Pendanaan berasal dari dana internal PKT dan perbankan nasional.
Proyek ini akan menyerap 800 tenaga kerja selama konstruksi, dan 86 tenaga kerja operasional saat beroperasi penuh. Pupuk Kaltim juga memastikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi: 27,59 persen untuk EPC A dan 35,01 persen untuk EPC B.
“Pabrik ini akan memproduksi 300 ribu ton Soda Ash dan 300 ribu ton Ammonium Chloride per tahun. Kami menggunakan teknologi HOU Process yang lebih ramah lingkungan. Hasilnya akan memenuhi pasar domestik dan ekspor,” jelas Gusrizal.
Selama lima tahun terakhir, Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta ton Soda Ash per tahun. Dengan hadirnya pabrik baru ini, ketergantungan itu bisa berkurang drastis.
Bukan hanya efisiensi ekonomi, proyek ini juga membawa dampak lingkungan positif. Pupuk Kaltim menargetkan penurunan emisi karbon (CO₂) hingga 174 ribu ton per tahun, karena gas CO₂ akan dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku pembuatan Soda Ash.
“Selain memberi nilai tambah bagi ekonomi lokal, proyek ini adalah bagian dari komitmen PKT menuju industri hijau,” kata Gusrizal menegaskan.
Pupuk Kaltim juga melihat peluang besar dari produk Ammonium Chloride. Bahan ini bisa digunakan langsung sebagai pupuk, atau menjadi campuran pupuk NPK. Dengan demikian, proyek ini turut mendukung ketahanan pangan nasional.
Untuk mendukung distribusi, PKT menyiapkan gudang berkapasitas besar: 20 ribu ton untuk Soda Ash dan Ammonium curah, 5.500 ton untuk produk kemasan kantung, dan 50 ribu ton untuk penyimpanan NaCl curah.
Dengan nilai investasi besar, dukungan teknologi efisien, dan manfaat ekonomi luas, proyek ini diyakini akan memperkuat posisi Kota Bontang sebagai pusat industri strategis nasional.
“Ini bukan sekadar pabrik, tapi simbol kemandirian bangsa dalam industri kimia,” tutup Gusrizal. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















