PRANALA.CO - Pembangunan gedung Bengkirai RSUD Taman Husada telah selesai pada akhir tahun lalu. Gedung ini untuk lantai dua dan tiga digunakan poliklinik rawat jalan.
Namun baru sebagian poliklinik yang berpindah dari bangunan lama. Tepatnya sejak September lalu.
Mulai dari poli klinik gigi, THT, konservasi gigi, bedah mulut, MCU, mata, kulit dan kelamin, serta bedah onkologi.
Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Taman Husada Muhammad Aspianur menerangkan sejumlah poliklinik yang belum bisa segera pindah. Lantaran sarana penunjang pasien belum tersedia.
“Kami masih menunggu pengadaan lift yang bisa memuat brankar,” terangnya.
Nantinya sarana ini akan dipasang tahun ini. Anggaran senilai Rp 3 miliar dikucurkan pemkot melalui APBD 2024. Pentingnya sarana ini karena sejumlah poliklinik yang belum pindah memiliki pasien dengan membutuhkan brankar. Utamanya saat melakukan mobilisasi.
“Saat ini lift yang ada kecil ukurannya. Jadi hanya bisa untuk pasien maupun keluarga,” sebutnya.
Brankar adalah alat untuk memindahkan pasien yang mengalami ketidak mampuan, keterbatasan, tidak boleh melakukan sendiri, ataupun tidak sadar dari. Lift itu bakal dipasang di area parkir.
Terdapat sisa slot untuk pemasangan sarana ini. Dengan ukuran panjang mencapai tiga meter.
Adapun poliklinik rawat jalan yang belum pindah ialah kandungan, anak, saraf, jantung, bedah, hingga penyakit dalam. Di gedung bengkirai nanti juga terdapat apotek dan bagian pendaftaran. Sehingga memudahkan pasien tidak perlu mengakses beberapa gedung.














