KELUHAN warga Kampung Buton, Gunung Bakaran, Balikpapan yang sudah lebih dari sepekan hidup tanpa pasokan air bersih akhirnya menemukan titik terang.
Di tengah aksi warga yang memblokade jalan sebagai bentuk protes, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengungkap adanya kebocoran pada pipa distribusi yang selama ini membuat aliran air tidak sampai ke pelanggan.
Temuan itu disampaikan Manajer Distribusi PTMB, Indra Gunawan, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, persoalan bermula dari kebocoran pipa air baku yang sebelumnya telah diperbaiki. Setelah pekerjaan selesai, pasokan kembali dialirkan menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Damai sebelum didistribusikan ke wilayah pelayanan.
Namun ada sesuatu yang tidak beres.
Air yang sudah masuk ke jaringan distribusi ternyata tidak sampai seluruhnya ke pelanggan. Petugas kemudian melakukan penelusuran bertahap untuk mencari sumber gangguan.
"Setelah air itu terisi dan terbagi ke wilayah-wilayah pelayanan, hilang air itu. Makanya kami pasang valve depan BDS untuk melakukan pengecekan secara bertahap," kata Indra.
Dari proses pengecekan tersebut, PTMB menemukan kebocoran baru pada pipa distribusi berdiameter 200 milimeter.
Temuan itu sekaligus menjelaskan mengapa sejumlah kawasan masih mengalami gangguan meski perbaikan sebelumnya telah selesai dilakukan.
Indra mengakui gangguan distribusi telah berlangsung sekira 10 hingga 11 hari terakhir.
Bahkan hingga saat ini, Kampung Buton menjadi salah satu wilayah yang belum menikmati aliran air secara normal.
"Memang kondisi untuk Kampung Buton, air tidak mengalir," ujarnya.
Sementara itu, kawasan BDS disebut baru kembali memperoleh suplai air dalam dua hari terakhir setelah dilakukan penanganan awal di lapangan.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga yang selama berhari-hari harus mencari alternatif sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Puncaknya, warga melakukan aksi blokade jalan sebagai bentuk protes atas lambatnya pemulihan layanan.
Saat ini PTMB masih melakukan penyambungan dan perbaikan pada bagian pipa yang mengalami kerusakan.
Perusahaan berharap pekerjaan tersebut dapat segera rampung sehingga distribusi kembali normal.
"Mudah-mudahan satu sampai dua jam bisa selesai. Kalau ini selesai, insya Allah air bisa kembali mengalir," kata Indra.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak.
Menurutnya, proses normalisasi kali ini memakan waktu lebih lama karena terdapat kebocoran lain yang baru ditemukan setelah dilakukan penelusuran jaringan distribusi secara menyeluruh.
"Saya minta maaf sebelumnya. Biasanya kalau penormalan lokal itu cepat, tetapi kali ini tidak normal-normal. Setelah kami telusuri ternyata ada kebocoran pada pipa 200 milimeter bagian atas," ujarnya.
PTMB memastikan petugas tetap berada di lapangan untuk memantau proses perbaikan hingga tuntas. Perusahaan juga akan melakukan pengecekan lanjutan guna memastikan seluruh pelanggan yang terdampak kembali mendapatkan pasokan air secara normal. [RUL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















