GANGGUAN layanan air bersih yang sempat membuat resah warga Balikpapan dalam beberapa pekan terakhir mendapat perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Kebocoran pipa di sejumlah titik menjadi penyebab utama terganggunya distribusi air ke pelanggan.
Pemkot kini menyiapkan langkah jangka pendek hingga jangka panjang. Mulai dari mempercepat perbaikan jaringan pipa yang telah menua, mengoptimalkan sumber air baku, hingga menambah ribuan sambungan baru bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan persoalan pelayanan air bersih menjadi salah satu pembahasan utama pemerintah bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).
"Ada beberapa hal yang berkembang di masyarakat yang banyak kami bahas, terutama terkait pelayanan air bersih," kata Bagus usai rapat paripurna Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Senin (13/7/2026).
Menurut Bagus, dalam dua pekan terakhir terjadi beberapa kebocoran pipa di sejumlah wilayah yang berdampak langsung terhadap pelayanan kepada masyarakat.
"Beberapa minggu atau dua minggu ke belakang ada pipa bocor di beberapa daerah, kemudian sempat menimbulkan keresahan warga," ujarnya.
Pemkot Balikpapan mengakui sebagian besar jaringan perpipaan yang digunakan saat ini sudah berusia hampir empat dekade. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar dalam menjaga kontinuitas distribusi air bersih.
Karena itu, pemerintah terus memprogramkan peremajaan jaringan secara bertahap.
"Kita tetap memprogramkan perbaikan-perbaikan pipa yang ada di masyarakat. Umur pipa kita sudah terbangun sejak tahun 1980-an, jadi hampir 40 tahun," jelas Bagus.
Selain memperbaiki jaringan distribusi, Pemkot juga berupaya meningkatkan ketersediaan air baku agar pelayanan semakin stabil.
Salah satu langkah yang tengah dibahas ialah pengerukan Waduk Manggar serta pemanfaatan kolam-kolam retensi yang berada di sejumlah kawasan perumahan.
Menurut Bagus, langkah tersebut berpotensi menambah kapasitas produksi air bersih secara signifikan.
"Salah satunya ada tambahan kapasitas sekitar 50 liter per detik yang diarahkan untuk wilayah Balikpapan Barat," katanya.
Tambahan pasokan itu diharapkan mampu memperkuat distribusi air, khususnya di kawasan yang selama ini kerap mengalami gangguan.
Di tengah upaya memperbaiki jaringan lama, Pemkot Balikpapan juga tetap melanjutkan ekspansi layanan air bersih.
Tahun ini, sekira 12 ribu sambungan sistem baru ditargetkan dapat dibangun di berbagai wilayah kota.
Bagus menjelaskan, pembangunan tidak dilakukan di satu kawasan saja, melainkan disesuaikan dengan keberadaan pipa induk dan jaringan pendukung yang telah tersedia.
"Pelaksanaannya dilakukan bertahap karena menyesuaikan jaringan yang ada. Untuk investasi yang lebih besar, saat ini masih dalam tahap kajian," ujarnya. (*)
[caption id="attachment_99672" align="aligncenter" width="1000"]
https://whatsapp.com/channel/0029VbD6ONiA89MoANGjZz2M[/caption]
















