Pranala.co, PANGKEP – Jalan poros Makassar–Pare di jantung Kota Pangkep kini kian memprihatinkan. Ruas jalan provinsi yang membentang dari Jembatan Pangkep hingga depan Kantor Kejaksaan Negeri Pangkep itu rusak parah dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan yang berlubang, bergelombang, dan sebagian badan jalan tampak miring. Kerusakan ini semakin terasa saat hujan turun. Air menutup lubang-lubang di permukaan jalan. Licin. Sulit diprediksi.
Padahal, jalur tersebut merupakan akses utama dengan arus lalu lintas yang padat setiap hari. Kendaraan roda dua dan roda empat silih berganti melintas. Risiko kecelakaan pun mengintai setiap saat.
Ironisnya, jalan rusak itu berada di pusat kota. Lokasinya tak jauh dari sejumlah kantor pemerintahan. Namun hingga kini, belum terlihat adanya penanganan serius.
Keluhan warga pun bermunculan. Salah satunya disampaikan Jamal, seorang pengendara sepeda motor. Ia mengaku pernah menjadi korban akibat kondisi jalan tersebut.
“Saya pernah jatuh di sini. Kepala sampai benjol,” kata Jamal.
Menurutnya, kecelakaan terjadi karena menghantam lubang di badan jalan yang miring dan licin. Situasi menjadi jauh lebih berbahaya ketika hujan turun.
“Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan. Jalannya licin. Sangat berbahaya, terutama untuk motor,” ujarnya.
Jamal menilai kerusakan jalan ini berisiko tinggi memicu kecelakaan serius. Terlebih, lalu lintas di kawasan tersebut terbilang padat, terutama pada jam-jam sibuk.
Warga berharap pemerintah provinsi segera turun tangan. Mengingat status jalan sebagai jalan provinsi, perbaikan dinilai menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah tingkat atas.
Perbaikan menyeluruh dianggap mendesak. Bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga demi keselamatan pengguna jalan.
“Jangan tunggu ada korban jiwa baru diperbaiki. Ini jalan utama dan juga wajah kota,” harap Jamal. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















