Pranala.co, BONTANG — Sebanyak 3 Bunda Literasi Kecamatan dan 15 Bunda Literasi Kelurahan resmi dilantik untuk periode 2025–2029 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu pagi (10/12/2025).
Prosesi dipimpin langsung Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang juga menjabat sebagai Bunda Literasi Kota Bontang.
Wali Kota Neni menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan acara formal belaka. Ada tugas besar yang menanti para Bunda Literasi di wilayah masing-masing.
Bontang saat ini tercatat sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Literasi tertinggi di Kalimantan Timur. Capaian itu bukan hadiah. Ia buah kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan para pegiat literasi.
“Prestasi ini adalah bukti kolaborasi. Tapi tantangan ke depan semakin berat. Bunda Literasi harus jadi teladan, terus belajar, dan menggerakkan masyarakat agar melek literasi digital di era kecerdasan buatan seperti sekarang,” ujar Neni.
Neni menekankan bahwa literasi tidak berhenti pada membaca dan menulis. Literasi juga soal memahami informasi, bersikap kritis, dan peka terhadap lingkungan.
Karena itu, ia menitipkan sejumlah pesan penting. Salah satunya mendorong Bunda Literasi untuk terus menggaungkan program kebersihan GESIT (Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku). Ia juga mengajak agar seni menulis indah—yang kini mulai memudar akibat gawai—kembali ditumbuhkan.
“Literasi adalah bekal menghadapi zaman. Saya harap Bunda Literasi bisa membuat program kreatif, dari pojok baca hingga kampanye gawai sehat. Bahkan gerakan sederhana seperti Satu Hari Satu Halaman akan berdampak besar bila dilakukan rutin,” tambahnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Bontang, Retno Febriaryanti, turut menyampaikan laporan kegiatan. Ia menegaskan bahwa penguatan literasi memiliki dasar hukum jelas, yakni Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Retno menyebut, budaya literasi hanya dapat tumbuh jika ada sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga.
“Pemerintah menyediakan fasilitas inklusif. Tapi Bunda Literasi adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan keluarga. Sinergi ini kami harapkan bisa meningkatkan kunjungan perpustakaan yang kini rata-rata mencapai 3.000 pengunjung per tahun,” jelasnya.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi titik awal gerakan literasi yang lebih luas, lebih kreatif, dan lebih dekat dengan keluarga di seluruh penjuru Bontang. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















