LAPISAN debu halus yang mendadak menyelimuti sejumlah kawasan di Balikpapan dalam beberapa hari terakhir memicu keresahan warga. Debu itu menempel di kendaraan, jendela rumah, hingga membuat sebagian warga mengaku matanya terasa perih saat beraktivitas di luar ruangan.
Fenomena yang ramai diperbincangkan di media sosial sejak Selasa (23/6/2026) itu bahkan disebut sebagian warga sebagai "hujan debu". Sebab, partikel tersebut tetap ditemukan meski hujan sempat turun pada malam hingga pagi hari.
Laporan kemunculan debu datang dari berbagai wilayah di Balikpapan. Warga mengaku mendapati lapisan partikel cukup tebal yang muncul sejak malam dan terlihat jelas keesokan paginya.
Di tengah beragam spekulasi yang berkembang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena tersebut tidak berkaitan dengan kondisi cuaca yang terjadi di Balikpapan.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengatakan hasil pemantauan cuaca selama sepekan terakhir tidak menunjukkan adanya indikasi sebaran debu yang berasal dari faktor meteorologi maupun atmosfer.
"Sepekan terakhir Kota Balikpapan didominasi kondisi cuaca cerah berawan yang divariasikan dengan hujan pada dini hari hingga pagi hari," ujar Djoko, Rabu (24/6/2026).
Menurut dia, arah angin dominan bertiup dari selatan dengan kecepatan maksimum sekitar 10 kilometer per jam. Sementara tingkat kelembapan udara berada pada kisaran 70 hingga 100 persen.
Berdasarkan parameter tersebut, BMKG tidak menemukan indikasi bahwa debu yang dikeluhkan warga berasal dari fenomena cuaca.
Tak hanya membantah faktor cuaca, BMKG juga menepis dugaan yang mengaitkan kemunculan debu dengan aktivitas gunung api.
"Dari pengamatan kami tidak ada debu yang terjadi akibat kondisi meteorologi. Dan juga di Kaltim tidak ada gunung api," tegas Djoko.
Karena tidak ditemukan hubungan dengan faktor atmosfer maupun vulkanik, BMKG menyarankan penelusuran difokuskan pada aktivitas lain yang berpotensi menghasilkan partikel debu di daratan.
Djoko juga meminta pemerintah daerah melakukan pengecekan terhadap aspek keamanan dan kesehatan pada lokasi pengolahan residu maupun limbah minyak yang berada dekat kawasan permukiman.
"Diharapkan adanya pengecekan keamanan dan kesehatan lokasi proses pengolahan residu atau limbah minyak oleh pemerintah setempat dengan memperhatikan jarak lokasi pengolahan residu dengan rumah warga," katanya.
Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, PT Kilang Pertamina Balikpapan mengaku telah menerima laporan masyarakat terkait sebaran partikel debu yang ditemukan di sejumlah wilayah Balikpapan Tengah dan Balikpapan Utara.
VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, mengatakan perusahaan saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber dan dampak material tersebut.
"Sehubungan dengan adanya laporan masyarakat terkait informasi mengenai sebaran partikel debu di area permukiman di sejumlah wilayah Balikpapan Tengah dan Utara, kami telah menerima laporan tersebut dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.
Berdasarkan identifikasi awal, material yang ditemukan warga memiliki karakteristik licin sekaligus kesat saat disentuh. Partikel itu diduga berupa debu zeolite atau alumina yang terlepas saat aktivitas Cut In Feed RFCC (Fluid Catalytic Cracking) pada unit kilang baru.
Pelepasan partikel diduga terjadi bersamaan dengan tahapan awal pengoperasian kilang, yakni saat proses pengaliran bahan baku ke dalam unit pengolahan.
Meski demikian, Pertamina menyebut hasil identifikasi sementara menunjukkan material tersebut masih berada dalam kategori aman bagi kesehatan.
"Berdasarkan hasil identifikasi awal terhadap indikasi debu yang dilaporkan, dapat kami sampaikan bahwa karakteristik material tersebut masih berada dalam batas yang tergolong aman bagi kesehatan dan tidak menunjukkan tingkat risiko yang signifikan," kata Asep.
Hingga kini investigasi dan evaluasi masih berlangsung. Pertamina menyatakan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk menampung laporan warga.
Perusahaan juga berharap proses penyelesaian Proyek RDMP Balikpapan sebagai proyek strategis nasional dapat berjalan aman dan lancar. [RUL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















