Pranala.co, BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, kembali menegaskan pentingnya proses rekrutmen tenaga kerja yang lebih transparan, adil, dan tertata. Terutama untuk kebutuhan Turn Around (TA) yang selalu menjadi rebutan warga karena masa kerjanya singkat namun penghasilannya menggiurkan.
Kunjungan Neni ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kamis (13/11/2025) membuka banyak fakta. Salah satunya, data rekrutmen dari sebuah perusahaan. Dari 30 posisi yang dibuka, jumlah pelamarnya tembus lebih dari 500 orang.
Angka itu membuat Neni kian yakin. Ada yang harus dibenahi dalam proses seleksi.
“Warga sudah menyiapkan berkas. Keluar biaya. Dan mereka berharap besar. Karena itu, proses rekrutmen harus memberi rasa adil untuk semua pelamar,” ujarnya.
Neni tidak menutupi banyaknya aspirasi warga. Keluhan itu mengarah pada isu “orang dalam”. Kekhawatiran yang, menurutnya, wajar muncul ketika proses seleksi tidak benar-benar terlihat publik.
“Perlu keterbukaan dari perusahaan. Supaya tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, transparansi bukan sekadar formalitas. Tapi langkah untuk membangun kepercayaan warga agar tidak merasa tersisih sebelum bersaing.
Kesempatan pekerjaan TA selalu diminati. Masa kerja hanya 28 hari, tapi pendapatannya bisa Rp10–15 juta. Karena itu, Neni berharap pemerataan menjadi fokus.
Jika tiap TA membutuhkan sekitar 50 orang, dan perusahaan penyelenggaranya banyak, maka peluang itu bisa dibagi lebih merata.
“Lebih baik ada pergiliran. Agar manfaatnya dirasakan lebih banyak keluarga,” tutur Neni.
Untuk mewujudkan pemerataan, Neni menekankan pentingnya data base yang akurat. Disnaker diminta mencatat siapa saja yang sudah pernah ikut TA dan siapa yang belum.
“Kalau datanya jelas, pemetaan jadi lebih mudah,” tegasnya.
Selain transparansi, Neni juga menyoroti kesederhanaan administrasi. Ia mendorong sistem rekrutmen tanpa berkas fisik. Pelamar cukup mengunggah dokumen secara online.
“Sekarang sudah serba digital. Kalau memungkinkan, cukup unggah berkas. Prosesnya lebih cepat dan simpel,” ucapnya.
Dengan langkah-langkah itu, Neni ingin perusahaan dan pemerintah berjalan searah. Membangun sistem rekrutmen yang jujur, rapi, dan berpihak kepada masyarakat.
“Pada akhirnya, kita ingin setiap orang di Bontang punya kesempatan yang sama untuk mencoba dan berhasil,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















