Pranala.co, SAMARINDA — Badan Gizi Nasional Wilayah Kalimantan Timur alias BGN Kaltim terus mempercepat perluasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan surat keputusan (SK) terbaru, jumlah SPPG di Kaltim kini bertambah menjadi 173 unit.
Pendamping Kepala Regional BGN Kaltim, Sirajul Amin, mengakui bahwa penyaluran MBG belum sepenuhnya merata. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya siswa yang hingga kini belum menerima manfaat program tersebut.
“Kami mohon maaf apabila masih terdapat siswa yang belum menerima Makan Bergizi Gratis. Pembentukan SPPG terus kami kejar, terutama di wilayah perbatasan dan daerah yang aksesnya masih terbatas,” ujar Sirajul.
Dari total 173 unit SPPG yang telah ditetapkan dalam SK, sebanyak 134 unit tercatat sudah beroperasi secara penuh dan melayani kebutuhan gizi siswa di berbagai daerah.
Kota Samarinda menjadi wilayah dengan jumlah SPPG terbanyak, yakni 51 unit berdasarkan SK. Dari jumlah tersebut, 40 unit telah beroperasi aktif. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 35 unit dalam SK dan 26 unit yang telah berjalan.
Kota Balikpapan berada di urutan ketiga dengan 28 unit SPPG yang ditetapkan, di mana 21 unit sudah aktif menyalurkan paket makanan bergizi. Selanjutnya, Kota Bontang memiliki 18 unit dengan 15 unit beroperasi, disusul Kabupaten Kutai Timur dengan 15 unit SK dan 11 unit yang telah berjalan.
Kabupaten Berau mencatatkan 12 unit SPPG dalam SK dengan 10 unit sudah beroperasi. Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memiliki 8 unit SK, dengan 5 unit di antaranya telah aktif melayani penerima manfaat.
Untuk Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Paser, masing-masing memiliki tiga unit SPPG, dan seluruhnya tercatat telah beroperasi 100 persen. Adapun Kabupaten Mahakam Ulu masih belum memiliki unit yang beroperasi. Namun, Sirajul memastikan pembangunan fisik SPPG di wilayah terluar tersebut telah rampung dan kini memasuki tahap penilaian akhir.
Sirajul menegaskan, percepatan pembangunan SPPG dilakukan untuk mengejar target total 372 unit di Kalimantan Timur, guna memastikan pemerataan distribusi pangan bergizi bagi seluruh siswa.
Setiap unit SPPG dirancang untuk melayani maksimal 3.000 porsi makanan per hari, dengan radius distribusi terbatas hingga enam kilometer. Pembatasan tersebut bertujuan menjaga kualitas dan kesegaran makanan hingga diterima oleh siswa.
Selain berfokus pada peningkatan kualitas gizi, program ini juga memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja. BGN memperkirakan, total pembangunan 372 unit SPPG berpotensi menyerap hingga 18.600 tenaga kerja, dengan prioritas pemberdayaan masyarakat lokal.
“Setiap unit layanan akan melibatkan sekitar 50 personel yang terdiri dari staf ahli BGN dan relawan yang direkrut dari lingkungan sekitar sekolah,” jelas Sirajul.
Dia berharap, percepatan pembangunan SPPG dapat mempercepat pemerataan program Makan Bergizi Gratis sekaligus mendorong peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan generasi muda di Kaltim. (SON)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















