UPDATE! Hasil Rapid Test Reaktif, Anak Pegawai Faskes Bontang Berstatus OTG

Ilustrasi petugas medis sedang mengambil sampel darah untuk rapid test.

TIM GUGUS percepatan penanganan Covid-19 Kota Bontang kembali merilis perkembangan penyebaran virus corona di Kota Bontang, Kalimantan Timur, Senin (4/5) per pukul 14.00 Wita.

Meminjam data Tim Gugus, hingga saat ini kasus pasien positif Covid-19 belum ada penambahan. Masih 10 pasien terkonfirmasi positif. 2 orang sembuh dan 8 orang masih positif dalam perawatan intensif di RSUD Taman Husada Bontang.

BACA JUGA:
Wajib Disimak! Wali Kota Bontang Dua Periode, Sofyan Hasdam Bagikan 8 Poin Soal Tes Covid-19

Lalu, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 1 orang, sehingga total menjadi 15 orang. Rinciannya; 2 orang masih menunggu hasil tes swab, 3 orang negatif, 1 meninggal dengan hasil tes swab negatif. Sisanya, 10 orang positif.

“PDP baru ini hasil rapid test reaktif, pelaku perjalanan, saat ini dirawat di salah satu RS swasta,” jelas dr Bahauddin, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang lewat siaran persnya, Senin (4/5).

Melansir Antara, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) akan dikriteriakan sesuai dengan gejala yang nampak termasuk demam, batuk, sesak napas, hingga sakit tenggorokan.

Di sisi lain, apabila hasil observasi yang dilakukan menemukan adanya saluran napas bawah yang terganggu serta terjadi kontak erat dengan penderita positif atau dari yang terjangkit, maka pasien dapat masuk dalam kriteria ini.

Orang yang dinyatakan masuk kategori PDP akan menjalani proses observasi melalui proses cek laboratorium yang hasilnya akan dilaporkan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) terjadi penambahan masing-masing satu orang. Khusus 1 OTG baru adalah anak dari pegawai fasilitas kesehatan (faskes). Hasil rapid test reaktif dan kini menjalani isolasi mandiri.

BACA JUGA:
UPDATE! Satu Warga Kelay Positif Covid-19, Total Ada 20 Kasus di Berau

“Kalau ODP baru ini ada 1 orang. Dia pelaku perjalanan luar kota dan kini isolasi mandiri,” jelas Baha.

Sementara status monitoring terjadi penambahan. Yakni, sebanyak 16 orang, sehingga total status monitoring 6.780 orang, 5.274 diantaranya selesai monitoring. (Selengkapnya lihat grafis)

Lanjut Bahauddin, penyebaran virus COVID-19 hampir merata di seluruh wilayah Bontang, ada yang sudah terdeteksi dan ada yang belum terdeteksi. Yakni, pada orang tanpa gejala (OTG).

Beberapa sumber menyebutkan pada benda mati virus corona bisa bertahan selama 2 jam hingga 9 hari, tergantung sifat benda. “Kami terus imbau untuk rajin cuci tangan setelah memegang benda-benda. Jangan lupa pakai masker jika terpaksa keluar rumah,” imbau Baha. (*)

More Stories
Tunjang Kinerja ‘Pahlawan Kesehatan’ Pesisir,  Badak LNG Berikan Bantuan Ambulans Laut