UPDATE: 5 Pasien Positif Covid-19 Baru di Kaltim dari Klaster Gowa dan Magetan

  • Whatsapp
Ilustrasi seorang perawat memeriksa rutin pasien terkonfirmasi positif. (Reuters)

SEBANYAK 5 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Timur pada hari ini, Senin (4/5). Mereka tersebar di Balikpapan 3 pasien dan masing-masing 1 pasien di Paser dan Penajam Paser Utara. Sehingga total kasus terkonfirmasi positif corona Kaltim berjumlah 167 kasus.

Jubir Tim Gugus Tugas Kaltim, Andi M Ishak menyebutkan, Balikpapan masih menjadi kota kasus positif Covid-19 terbanyak di Kaltim yaitu 35 kasus. Samarinda 25 kasus, Kutim 21 kasus, Berau 20 kasus, PPU 16 kasus. Paser 14 kasus.

BACA JUGA:
UPDATE! Satu Warga Kelay Positif Covid-19, Total Ada 20 Kasus di Berau

Kabupaten Kubar dan Kukar sama-sama memiliki 13 kasus terkonfirmasi positif corona. Lalu Bontang 10 kasus, dan Mahulu masih menjadi daerah satu-satunya di Kaltim dengan tidak ada kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebaran pasien terkonfirmasi positif di Balikpapan terjadi penambahan tiga pasien positif baru hari ini. Penambahan kasus pertama tercatat sebagai BPN 33 (laki-laki 18 tahun) merupakan PDP dari klaster Magetan dengan hasil rapid test reaktif pada 22 April 2020.

Bacaan Lainnya

Pasien kemudian melakukan pengambilan swab di RST DR R Hardjanto, dan melakukan isolasi ketat di rumah. Sejak kasus terkonfirmasi Covid-19 hari ini, pasien telah dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo.

Penambahan kedua di Balikpapan adalah BPN 34 (Laki-Laki 28 tahun) merupakan kontak erat BPN 22. BPN 34 saat ini dirawat di RST DR R Hardjanto sejak 23 April 2020, dengan hasil rapid test reaktif pada 22 April 2020.

BACA JUGA
UPDATE! Hasil Rapid Test Reaktif, Anak Pegawai Faskes Bontang Berstatus OTG

Lalu untuk kasus ketiga hari ini tercatat sebagai BPN 35 (laki-laki 66 tahun). BPN 35 merupakan PDP meninggal yang dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo sejak 23 April 2020 dengan keluhan demam, batuk, sesak napas, serta gambaran Pneumonia dan GGD. Pasien memiliki comorbid stroke sejak 3 tahun terakhir.

“Kondisi kasus memburuk dan dilaporkan meninggal dunia pada 25 April 2020 pukul 16.10 Wita,” ujar Andi.

Sementara di Paser tercatat dengan kode PSR 14 yaitu laki-laki 30 tahun. PSR 14 merupakan ODP hasil tracing klaster Gowa dengan hasil rapid reaktif. Kasus saat ini dirawat di lokasi karantina Kabupaten Paser.

Terakhir satu pasien terkonfirmasi positif di Penajam Paser Utara. Kasus ini tercatat dengan kode PPU 14. Yakni, seorang wanita 42 tahun yang merupakan kasus orang tanpa gejala atau OTG. PPU 14 diketahui memiliki kontak erat dengan PPU 6 hasil tracing dari klaster Gowa dengan hasil rapid reaktif. Hingga saat ini kondisi pasien stabil dan melakukan isolasi diri ketat di rumah. (*)

https://www.instagram.com/p/B_weL2WDsxJ/?igshid=49rnid473q7o

Pos terkait